Halaman Facebook

RSUD Ende Diduga Manipulasi Data Pasien Covid Demi Mengamankan 70 Miliar, Benarkah?

Ende-HarianFlobamora-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende diduga lakukan manipulasi data pasien Covid-19

RSUD Ende, Foto By Google.com

Pelitadesa.net, melaporkan kejadian ini terjadi di RSUD Ende. Pasien yang meninggal karena panyakit lain diklaim sebagai pasien Covid-19.

Pelitadesa.net juga mempertanyakan jika manipulasi data pasien tersebut untuk mengamankan Dana Sebesar Rp 70 Miliar oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Ende.

Dana itu menurut media online ini merupkan Dana yang pernah di tuntut dalam demo oleh Mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Ende.

Berikut adalah hasil penelusuran Media Pelita Desa Terkait Pasien yang di Covidkan RSUD Ende dalam Rangka mengamankan Dana Rp 70 Miliar.

Dugaan adanya manipulasi data dialami oleh seseorang berinisial ABL. RSUD Ende diduga merubah status penyakit dan kondisi pasien dari Non Covid menjadi positif Covid-19.

Pada mulanya ABL memiliki Riwayat sakit lambung yang menusuk hingga ke ulu hati dan perut sejak kamis (1/7/2021).

Oleh keluarga dia di bawa ke Rumah Sakit RSUD Ende, Namun di tengah perjalanan ABL meninggal Dunia.

Setelah tiba di RS, ABL langsung di tangani Tim Rumah Sakit dengan mengambil sampel Swab Antigen meski kondisinya waktu itu sudah meninggal dunia.

Tak lama kemudian, Hasil Swab ABL dinyatakan positif Covid-19 dan pihak rumah sakit menginformasikan hal itu keluarganya.

Pihak keuarga ABL pun kebingungan dan bertanya-tanya, bagaimana bisa hasil penanganan sesaat dan swab tes Antigen langsung bisa mendiagnosa bahwa ABL meninggal karena Covid-19

Karena Yang keluarga ketahui, Sebelum meninggal ABL sedang menderita sakit Lambung Parah.

Penjelasan Pihak RAUD Ende Terkait ABL

Direkstur RSUD Ende Dr Aries Dwi Lestari yang di hubungi Wartawan melalui Polsel Pribadinya menjelaskan Kronologi Pasien ABL yang dinyatakan meninggal karena Covid-19.

Dr. Aries merincikan, Pasien ABL dibawah keluarga ke IGD sekitar pukul 07.00 WITA sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Tapi pihak rumah sakit melalui Tim kesehatan tetap melakukan penanganan dengan mengambil sampel Swap terhadap ABL.

Berselang 10 menit kemudian hasil Swab ABL keluar, namun sebelum hasilnya keluar, Pihak keluarga sudah membawa pulang Jasad ABL ke rumahnya di Jalan Sudirman.

Dr. Aries melanjutkan, Pihaknya oun langsung menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Ende untuk melaporkan bahwa ada jenazah yangbterkonfirmasi positif Swab Antigen yang dibawa pulang keuarganua.

Setelah itu, Kabid Pelayanan RSUD Ende bersama Kru IGD dan Bagian Laboratorium yang mengambil Swab tersebut mendatangin rumah duka ABL tetapi mereka mendapat pengusiran dari pihak keluarga.

Menurut Dr. Aries, Pihaknya sudah menjelaskan semuanya, Selanjutnya Tim gugus Tugas Kabupaten Ende yang akan menangani kasus itu.

Dr. Aries juga menerang jika pihaknya sudah meninta keluarga untuk menangani Jenazah ABL sesuai Protokol Kesehatan Namun Pihak Keluarag Menolak dengan alasan karena terlalu Ribet.

Penjelasan Pihak Keluarga Pasien ABL

Sementara itu, menurut salah satu kerabat ABL Yoan Bere Laka menjelaskan kepada media jika diduga pihak RSUD Ende memanipulasi data kemarian,

Menurut Yoan, ABL meninggal bukan karena korona atau Covid-19 melainkan penyakit Lambung.

"Kalau Adik kami itu meninggal karena korona, kami dari pihak keuarga tetap tidak yakin," Ujar Yoan Bere Laka, yang juga Kakak Kandung dari Pasien ABL, Seperti melansir dari PelitaDesa.net, Senin (5/7/2021)

Ahir dari Polemik antara Pihak RSUD Ende dan Keuarga ABL ini menjadi pentayaan besar di benak Masyarakat khususnya Masyarakat Ende.

Tentang seberapa Bahayanya Covid-19 sehingga gugus tugas Kabupten Ende tidak bergeming atas Kasus pengambilan Pasien Covid di RSUD ende Ini?

Tidak adanya tindakan tegas dari Gugus Tugas bisa membuat Keraguan Masyarakat terhadap Bahaya Covid akan semakin besar.