Masih Ingat Penemuan Jasad IRT di Cekdam Malaka? Ternayata Pelaku Adalah Keponakannya Sendiri Karena Tidak Mau Diajak Bercinta

Masih Ingat Penemuan Jasad dalam Cekdam (Tanggul air) di kabupaten Malaka, pada (2/7/2021)? Ternyata Pelaku adalah keponakannya sendiri, penyebabnya karena Korban menolak saat diajak berhubungan badan

Saat Polisi Turun di lokasi Penemuan Mayat di Cekdam, Malaka. Gambar dibawahnya Adalah mayat saat di Rumah Duka

Setelah melakukan Penyelidikan, Polisi ahrinya Menetapkan YYF (19) sebagai tersangka pembunuhan di Cekdam, Desa Raisamane, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka-NTT, dan menangkapnya Pada Minggu (11/7/2021)

Penyelidikan Polisi sendiri diawali dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Dokter di RSPP Betun, Ibu Kota Malaka.

Hasil visum yang dilakukan Dokter, menemukan luka akibat benda Tumpul di bagian Pelipis dan di bagian perut Korban

"Setelah melakukan penyelidikan, Ahirnya menangkap pelaku yang masih berstatus Pelajar SMA pada minggu kemarin," Ujar Kapala Satreskrim Polres Malaka, Iptu Jamari

Jamari menjelaskan, Kasus pembunuhan itu terungkap setelah polisi menerima laporan adanya penemuan mayat di pinggir Cekdam Sadan, Dusun Srin, Desa Raisamane

Awal Mula Terjadinya Pembunuhan Karena Tidak Mau Diajak Bercinta

Kejadian itu bermula ketika Pelaku YYF mendatangi Rumah Korban sekitar Pukul 09.00 WITA dan menanyakan keberadaan Korban Kepada Ibunya.

Pelaku diketahui masih merupakan keponakan Kandung korban diberitahu bahwa Korban pergi ke kebin untuk memetik Sirih.

Mengetahui Tanteny berada di kebun, pelaku langsung bergerak menuju kebun yang jaraknya kurang lebih 1 Kilo Meter dari Rumahnya.

Setibanya di kebun, YYF tidak menemukan Korban, sehingga dia memutuskan untuk pulang melawati jalan menuju Cekdam (Tanggul Air)

Saat melintas di dekat Cekdam itulah YYF melihat Tantenya sedang mencuci tangan di Air Cekdam.

"Melihat tantenya, pelaku pun berniat untuk menyetubuhi korban, sehingga pelaku pun mendekatinya," Jelas Jamari

Namun permintaannya mendapat penolakan dari Korban. Karena Permintaannya ditolak, pelaku kesal lalu melempari Korban dengan sebuah batu.

Lemparan Batu itu mengenai bagian bawah kelopak Mata hingga luka dan berdarah sehingga korban terjatuh.


Untuk mencegah Korban berteriak, Pelaku lalu mengambil kayu dan menusuk korban hingga tewas di tempat.

Setelah itu, dengan tenang pelaku kembali ke rumah dan menyampaikan bahwa dirinya menemukan tantenya dalam kondisi meninggal dunia di Cekdam

Polisi Terjun Ke Lokasi dan melakukan olah TKP Hingga penerapan Tersangka

Kasus itu pun dilaporkan ke Mapolres Malaka. Usai menerima Laporan, Polisi lalu melakukan penyelidikan Intensif dengan memeriksa sejumlah Saksi termasuk pelaku.

Hasil pnyelidikan itu polisi berhasil mengungkap jika yang membunuh Korban adalah YYF, orang yang malaporkan penemuan Korban pertama Kali.

Setelahny polisi langsung bergerak ke rumah YYF dan melakukan penangkapan.

Dihadapan Polisi Pelaku mengakui semua perbutannya, saat ini YYF sudah berada di rumah tahanan Polres Malaka untuk proses lebih lanjut.

"Motif Pembunuhan karena korban menolak berhubungan badan," Ungkap Jamari Kepada Waratawan, Minggu (11/7/2021)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.