Kerumunan Terjadi Lagi Karena Antrian Vaksin di Kupang, Salah Siapa? masyarakat Lagi?

Keinginan Pemerintah untuk menekan jumlah masyarakat terpapar Covid 19 di Kota Kupang mulai menuai protes dari masyarakat di berbagai platform Media Sosial.

Kerumunan depan Kampus Poltekes Kupang

Kebijakan yang diambil oleh pemerintah sepertinya belum ada kajian mendalam sehingga bukannya mencegah agar masyrakat tidak berkerumun lagi malah menambah kerumunan dan bahkan semakin parah.

Kebijakan yang diambil pemerintah yang penulis sebut belum matang ini salah satu contoh yang paling nyata adalah bagaimana Dinas Perhubungan Provinsi NTT mengeluarkan surat pemberitahun pembatasan Penerbangan beberapa waktu yang lalu.

Meskipun surat tertanggal 6 Juli 2021 itu ahirnya dibatalkan dan di tunda tanggal 12 juli, lalu dibatalkan lagi kemudian di ganti dengan kebijakan baru 

Namun, justru hal itu, menandakan jika pemerintah sendiri belum sempat mengkaji lebih dalam berbagai dampak yang di timbulkan dari kebijakan yang di ambil.

Kemudian Kebijakan Wali Kota Kupang Tentang Penggunaan Surat atau Kartu Vaksin Sebagai salah satu Syarat Utama dalam pengurusan Administrasi Masyarakat.

Kebijakan ini sebenarnya bagus untuk membuka kesadaran Masyarakat tentang pentingnya Vaksin meskipun Gubenur NTT Viktor Laiskodat hanya menarget Vaksinasi 70% dari semua total penduduk NTT.

Dengan jumlah orang yang divaksin semakin banyak maka pemerintah bisa membebaskan aktivitas masyarakatnya kembali seperti sediakala seperti yang terjadi di Negara-negara Eropa saat ini.

Akan tetapi sebelum itu semua berjalan sesuai Rencana yang dicanangkan Pemprov dan Pemkot, ternyata keadaan dilapangan jauh lebih buruk.

Kerumunan Akibat Atri Vaksindi Kupang-NTT

Antrian Vaksin dari Masyarakat yang ketakutan ditolak saat urus berbagai Administrasi menjadi penyebab utama kerumunan baru di kota kupang.

Kerumunan yang bahkan lebih parah dari Pesta, orang di rumah Ibadah dan Toko-toko pedagang serta warung makan.

Kerumunan yang terjadi saat ini, membuat membuat beberapa Warganet NTT meluapkan kekesalannya di Media Sosial.

Mereka menggunggah foto-foto antrian Vaksin yang terjadi di beberapa Instasi pemerintah yang penyedia Vaksinansi Gratis.

Yang terbaru adalah Antrian panjang, padat dan penuh sesak terjadi di Poltekes Kemenkes Kupang, Rabu (14/7/2021)

Dari keterangan beberapa pengguna Facebook yang berhasil di tangkum Tim HarianFlobamora.com menunjukan banyaknya warganet mengeluhkan tatacara pelanan di lokasi Vaksinasi.

Seperti yang di unggah oleh akun Tony Lado di Grub Forum Kota Kupang. Dia menulis Caption

"mohon perhatian buat qta semua agar bisa kerja samax yg baik,,INI BUKAN MAU DAPAT FAKSIN tapi MAU DAPAT COVID tambah merajalela,"  Tulisnya dikutip, Rabu (14/7/2021)

Ada juga postingan yang diunggah oleh akun atas nama Hardika di Grub Viktor Lerik (Veki Lerik) bebas bicara bicara bebas (VLBB)


"Pemerintah yang melarang kerumunan, tetapi mereka sendiri juga yg menciptakan kerumunan sekalipun itu adalah vaksin..

Saran saja, STOP adakan Vaksin terpusat, kembalikan ke fasilitas kesehatan masyarakat, (puskesmas dll)," Tulisnya, yang terbit sekitar 2 jam yang lalu saat berita ini ditulis

Hal yang sama juga di keluhkan oleh admin Grub NANO NANO RAMAI RASANYA Silvester Timor Nobita

Berikut adalah Isi Tulisannya.

Tangkapan layar Postingan Akun Silvester Timor Nobita di Grub Nano Nano

"TKP::Poltekes,,.

Meyelesaikan masalah dengan bisa bikin tambah masalah,,.persta" dilarang krn untuk mencegah kerumunan,,tempat inadah ditutup sementara krn juga untuk mencegah kerumunan,,

Tempat tempat usaha dibatasi pengunjung agar tdak terjadi kerumunan,, tetapi antrian vaksin seperti begini tidak di batasi sehingga terjadi kerumunan yg dasyat,,.

Pertanyaannya dimanakah Tim gugus tugas covid 19 di Kota Kupang??, apakah dengan fenomena begini tidak menambah cluster baru,,??

Dan apakah ada suatu jaminan bahwa semua yg berkumpul itu tidak ada satu orang pun terpapar covid?? Krn kita taulah bahwa orang pelaku perjalanan yg baru datang dari luar daerah  juga ada berkumpul dalam antrian tersebut," Tulis Silvester Timor Nobita, dikutip Rabu ;14/7/2021)



Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.