Halaman Facebook

Kebijakan Urus Administrasi Wali Kota Kupang Dengan Kartu Vaksin, Mungkin Hanya Lelucon?

Kebijakan Urus Administrasi Wali Kota Kupang Dengan Kartu Vaksin, Mungkin Hanya Lelucon?

Foto By Antaranews.com

Setelah viralnya Video Seorang anggota DPRD yang sedang berdebat sengit dengan Petugas Penyekatan PPKM Darurat

Kini Masyarakat mulai ragu dengan beberapa kebijakan pemerintah terkait akan memberlakukan Kartu Vaksin menjadi syarat pengurusan Administrasi.

Dalam Video Seseorang dengan Baju Kemeja Biru mengatakan kepada petugas jika Indonesia saat ini baru menyediakan 80 Juta Vaksin sedangkan Jumlah Penduduk yang Mau di Vaksin mencapai 275 juta.

Hal itu menjadi Pro Kontra di lapangan karena Aturan menunjukan Kartu Vaksin ini ternyata sudah mulai di berlakukan di Beberapa daerah di Indonesia.

Melansir dari Youtube.com, Video Seorang anggota DPRD yang berdebat dengan petugas itu terjadi Pintu masuk menuju Kota Mataram NTB.

Dalam Tayangannya, Seorang Anggota DPRD Provinsi NTB bernama  Najamuddin Moestafa sedang berdebat dengan petugas penyekatan lantaran Kartu Vaksin.

Diketahui, Najamuddin dan Sopirnya tidak bisa menunjukan Kartu Vaksin sehingga oleh petugas keduanya tidak di Ijinkan Memasuki Kota Mataram.

Namun Alasan Najamuddin tidak memiliki Kartu Vaksin Karena Dirinya memiliki Panyakit Gula Darah sehingga belum bisa di Vaksin.

Sementara menurut Najamuddin, Sopirnya Belum di Vaksin karena Stok Vaksin Belum mencukupi di daerah sang sopir. dari Target 2000 orang, yang baru di Vaksin sebanyak 800 orang.

Hal itu yang kemudian membuat Sopir Najamuddin menjadi salah satu orang dari 1200 orang yang belum di Vaksin.

Najamuddin Juga menjelaskan kepada Petugas Jika Nagara ini baru meyediakan 80 juta Vaksin sementara yang harus di Vaksin mencapai 275 Juta orang.

Sehingga menurutnya aturan seperti ini harusnya jangan Buru-buru di terapkan.

Aturan Penunjukan Kartu Vaksin Akan di Berlakukan di Kota Kupang, Sementara Stok Vaksin Tidak Mencukupi

Melansir dari Merdeka.com, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dalam sebuah Pidato Pada Rapat penangan Covid-19, 8 Juli 2021 lalu menyampaikan, akan meminta Kartu Vaksin dalam setiap pengurusan Administrasi warga.

Meski Aturan Resminya belum di Tetapkan, namun Penyampaian Wali Kota itu berdampak pada Kepanikan Warga Kota Kupang Beberapa hari Setelahnya.

Warga yang Panik kemudian berbondong-bondong mendatangi Tempat Vaksinasi meski mereka tahu Stok vaksin hanya sedikit

Seperti yang terjadi di Kampus Poltekes Kemenkes Kupang beberapa hari yang lalu. Stok Vaksin Hanya 250, yang datang untuk mengantri Vaksin Ribuan Orang

Kejadian yang juga terjadi hampir di semua tempat penyedia Vaksinasi di Kota Kupang.

Melihat Hal itu, pada Tanggal 16 Juli 2021 lalu, Wakil Wali Kota Kupang Ahirnya mengeluarkan Pernyataan jika Kewajiban Menunjukan Kartu Vaksin di setiap pengurusan Administrasi belum bisa di terapkan

Pernyataan Wakil Wali Kota ini sedikit membuat kepanikan Warga menurun, sehingga saat Vaksinasi di Rumah Saki Wira Sakti Kupang Beberapa hari yang lalu sudah tidak terlihat lagi penumpukan Warga yang mengantri

Alasan Wawali Mengatakan Jika Aturan Penerapan Wajib Menunjukan Kartu Vaksin mengkin hanya untuk meredam kepanikan Warga Kota Kupang.

Namun di Balik itu semua, Ada Masalah Yang membuat pernyataan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore tentang Kartu Vaksin sulit untuk di realisasikan Saat ini adalah Stok Vaksin.

Stok Vaksin yang ada di NTT juga pernah di keluhkan Wakil Gubernur NTT tepat Sehari Setelah Wali Kota menyampaikan Wajib Menunjukan Kartu Vaksin Untuk Urus Administtrasi Warga.

Wagub Josef A Nae Soe mengeluhkan Jumlah Vaksin yang di terima NTT tidak sesuai dengan jumlah penduduk yang akan di Vaksin.

Menurutnya Pemerintah saat ini memprioritaskan Vaksin di di Pulau Jawa dan Madura.

"Seperti Kemarin Kami Rapat dengan Menko Perekonomian, saya juga minta seperti Gubernur Sumatera Utara dan Maluku sama.

Saya Minta memang prioritas di Jawa dan Madura, tapi kami di Daerah Juga sangat Membutuhkan, jadi ada Keseimbangan lah," Ujar Josef Nae Soi, Ujar Josef seperti dikutip dari CNN Indonesia pada (21/7/2021)

Selain Memprioritaskan Jawa dan Madura, Kenyataan lain yang di Hadapi NTT adalah Target Vaksin 4 Juta jiwa, Jumlah Penduduk 5 juta lebih dan Vaksin baru berikan sebanyak 112.670 ribu.

Wagub juga mengatakan jika NTT diberikan Stok Vaksin yang memadai maka bukan tidak mungkin Target Herd Imkunity akan tercapai.

"Bisa asalkan Kami diberikan Vaksin, Pasti Kami akan kebut. Pasti bisa. Sangat bisa. Apalagi dengan saat sekarang ini," Ujar Wagub NTT.

Ditulis Oleh: Ukiran Pena Patung Bernyawa