Halaman Facebook

Ingin Menyuarakan Kebenaran Tentang Covid, Kini Malah Diciduk dan Mendekam Dalam Sel. Pelajaran Untuk Kita

Sejak di bukanya Tabir Kehidupan bernama Dunia Maya, beriringan Pula berbagai masalah baru datang silih berganti.

Dr Louis Owien saat di Wawancara pada Channel Youtube Babeh Aldo

Seakan, Tidak ada lagi apa yang disebut Privasi, Pribadi dan tertutup.

Semua dibuka, dikupas, diulek bahkan ditelanjangi pada suatu tempat yang sebut Media Sosial.

Media dimana manusia harusnya menjadikan itu sebagai tempat berkumpul dan bertemu kangen karena jarak di Dunia Nyata yang jauh malah menjadi pintu dibukanya semua kebobrokan manusia.

Tentunya ada Hal positif dan Negatif dari Internet dan Media sosial, tapi sejauh yang penulis lihat, Media sosial tidak lebih dari kumpulan sekelompok manusia yang tidak mewakili diri pribadinya sendiri.

Semua yang ada disana adalah bentuk lain dari orang yang memiliki Profile atau akun Pribadi. Tidak menggabarkan apapun tentang dirinya yang asli.

Jangan Suarakan Apapun Jika Kamu Tak Memiliki Teman dan Kelompok 

Dr Louis Owien mungkin hanya ingin mencari panggung atau hanya ingin Viral dan di kenal seuruh Masyarakat Indonesia.

Namun, masuk penjara dan ditahan Polisi atas dugaan melanggar hukum bukanlah ending yang bagus untuk sebuah perjuang Popularitas.

Pertayaannya kemudian adalah kenapa begitu cerobohnya seorang yang bergelar dokter yang katanya mengetahui banyak Hal yang tidak baik pada Dunia kesehatan berani bersuara Sendirian.

Bukankah masyarakat juga tahu bahwa pelayanan Rumah Sakit terhadap Pasien BPJS dan Non BPJS itu pasti berbeda

Atau obat yang diberikan ke Pasien di kamar kelas VIP dan Warga di Ruang kelas biasa memiliki kwalitas yang berbeda.

Bukan Rahasia lagi jika Vaksin adalah Bagian dari Bisnis menjanjikan di dunia kesehatan, kalau bukan, Kenapa Kimia Farma membaut dan menjual Vaksin Gotong Royong dengan Harga 800 ribu? yang kemudian dibatalkan setelah diprotes Masyarakat.

Sementara ada Vaksin Sinovac dan Astrazaneca yang katanya aman di pakai oleh masyarakat, Vaksin Gotong Royong di buat untuk siapa?

Yang dilakukan Dr Louis mungkin sama dengan apa yang dilakukan Beni Eduward namun sayang nasib mereka tidak seberutung Rocki Gerung yang terus mengoceh dengan berbagai Narasi Fiksinya namun kebal terhadap Undang-undang

Atau bisa jadi, kedua orang di atas itu benar-benar menyebar Hoax. Namun yang justru aneh adalah Respon dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama Dr Tirta

Penulis curiga, Ending dari Respon IDI dan Dr Tirta yang begitu ribut di Media Sosial adalah ancaman Mogoknya Nakes Seluruh Indonesia, seperti yang dilakukan Nakes di Sikka-NTT.

Tidak perlu menunggu Dr Louis Membuktikan pernyataannya secara Ilmiah, sudah tahu siapa pemenangnya.

Untuk diketahui, saat ini Dr Louis sudah di pindahkan dari tahanan Polda Metro Jaya Maber Polri sekitar Pukul 18.50 WIB, pada Senin 12 Juli 2021.

"Iya (di pindahkan ke Mabes Polri),"Ujar Kepala Unit V Subdirektorat IV/Tindak Pidana Siber Ditreakrsus Polda Metro Jaya (12/7/2021)

Nantinya, Proses peneyelidikan Kasus Dr Louis ink akan dilakukan lebih lanjut oleh penyidik Bareskrim Polri.