Halaman Facebook

Dunia Jadi Saksi Kegagalan Vaksin Sinovac, Indonesia Justru Ngotot Pakai Vaksin Buatan Cina Ini

HarianFlobamora-Indonesia saat ini tengah menghadapi kondisi Darurat Covid-19, lebih dari 25 Ribu dilaporkan terinfeksi dan 539 kematian tercatat hingga, Jumat 2 Juli 2021 lalu.

Vaksin Sinovac

Kondisi itulah yang membuat masyarakat mulai ragu dan bertanya-tanya tentang Vaksin Sinovac yang sudah berjalan namun seolah tidak memberikan Dampak apapun.

Hingga yang terahir, pertanyaan cukup viral datang dari mantan menteri kesehatan Siti Fadilah Supari yang mempertanyakan efek dari vaksin Sinovac pada 10 juta warga indonesia yang sudah di Vaksinasi.

Akan tetapi dijelaskan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bahwa Masalahnya bukan terletak pada Vaksin tapi pada mutasi Virus Corona atau Varian Delta.

Lantas kenapa Vaksin Sinovac Gencarkan di lakukan ditengah mewabahnya Virus Korona Varian Delta kalau memang Vaksinasi itu tidak memberikan Dampak?

Sejak Juni lalu, kekhawatiran terkait efektivitas Vaksin Sinovac terus terkemuka di dunia internasional salah satunya karena kondisi yang di alami indonesia.

Indonesia memang di ketahui adalah salah satu Negara pengguna Vaksin Sinovac terbesar bersama dengan Uruguai.

Keraguan dunia itu muncul berawal saat ledakan Kasus Covid-19 Indonesia, justru banyak Tenaga Kesehatan (Nakes) yang terinfeksi dan meninggal padahal sudah di Suntik Vaksin Sinovac terlebih dahulu.

Melihat Kondisi itu, Negara Kosta Rika, di Amerika Tengah yang juga lumpuh karena Covid-19 memilih menolak Vaksin Buatan Cina ini sebagai Vaksinasi Nasional di Negaranya.

Penolakan Kosta Rika dan Kondisi yang terjadi di Indonesia membuat program Vaksinasi Global yang di Canangkan Cina Mulai Mundur

Kejadian di Indonesia dan Penolakan Kosta Rika sekaligus menambah kekhawatiran negara-negara yang sebagian besar warganya sudah di Vaksin menggunakan Vaksin Sinovac dan Sinopharm

Keraguan terhadap Sinovac Semakin meyakinkan Dunia Internasional setelah Urugai dilaporkan sebagai Negara dengan angka kematian Covid terbesar di dunia.

Pasalnya Uruguai adalah negara yang sudah memvaksin 60% penduduknya dengan Vaksin Buatan Cina Sinovac.

Negara-negara Eropa, Amerika Hingga Australia Tidak Menggunakan Vaksin Buatan Cina Sebagai Vaksinasi

Media milik pemerintah Cina Melaporkan, sebanyak 28 Megara di Dunia yang saat ini sudah menggunaka Vaksin Buatan Negaranya.

Negara-negara itu mulai dari Indonesia, Brazil, Mesir, UAE, Pakistan, Filipina, Kaboja, Nepal, Uruguai, Zimpbabwe hingga Chile.

Kesemua negara itu selain Uruguai dan Brazil masih di bilang Negara Kurang Makmur dan sangat membutuhkan Vaksin.

Sementara Negara Kaya seperti Australia lebih memilih Vaksin Buatan Inggris, Eropa dan Amerika.

Menurut para pakar kesehatan Negara-negara barat, Faktor yang menyebabkan mereka Enggan menggunakan Vaksin Buatan Cina adalah masalah Transparansi dalam pengujian Vaksin.

Cina dinilai tidak Transparan dalam melaporkan hasil pengujian Vaksin Sinovac terhadap virus Covid-19.

Kepala Bagian Epidemiologi Deakin University Profesor Catherine Bennett menjelaskan jika Australia belum mendapatkan Informasi yang terferivikasi secara independen tentang Vaksin Cina

"Kita tak dapat melihat adanya transparansi yang sama dalam pengujian vaksin dan tindak lanjutnya," Ujar Prof Catherine Seperti di Kutip dari Republika.co.id

Meski demikian, Prof Catherine tidak ingin menganggap bahwa Vaksin Cina tidak bisa di gunakan untuk Vaksinasi.

Dia berpendapat bahwa mungkinsaja cina sudah berhasil menekan Virus Covid-19 di negaranya dengan Vaksin yang mereka buat sendiri.