Buat Baliho Maki Pemerintah, Kades: Pejabat Bangsat, Pegawai Kere, Pegawai Baj***an -->

Buat Baliho Maki Pemerintah, Kades: Pejabat Bangsat, Pegawai Kere, Pegawai Baj***an

Patung Bernyawa
Kamis, Juli 15, 2021

    Buat Baliho Maki Pemerintah, Kades: Pejabat Bangsat, Pegawai Kere, Pegawai Bajingan

    Foto Baliho yang di Pasanga Kades Jenar, beberapa saat sebelum diturunkan

    Seorang Kepala Desa (Kades) Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen Jawa Tengah Nekat membuat Baliho bertuliskan makian terhadap pemerintah dan Petugas PPKM lantaran Kibijakan itu merugikan Rakyat.

    Baliho yang berukuran besar itu juga terlihat berdiri Tegap di depan Balai Desa Jenar. Selain itu, Baliho bertuliskan kata-kata kasar dan cenderung menghina.

    Bukan hanya itu, Baliho juga dipasangi Foto sang kades dengan seragam lengkap serta mengikat Masker didahi bukan dimulut dan hidung.

    Berikut Isi Tulisan Baliho Dengan Bahasa Jawa dan Artinya

    IKI JAMAN REVORMASI, ISIH PENA JAMAN PKI

    AYO PEJABAT MIKIR NASIBE RAKYAT.

    PEJABAT SENG SENENG NGUBER RAKYAT KUI BANGSAT

    PEGAWAI SENG NGOLEKI DUWE GAWE IKU KERE

    PEGAWAI SENG SIO KARO SENIMAN SENIWATI KUI BA***GAN

    (Sekarang Zaman Reformasi Masih enak Zaman PKI

    Pejabat yang suka mengejar Rakyat itu Bangsat

    Pejabat yang suka mencari orang punya hajat itu kere

    Pegawai yang menyia-nyiakan seniman seniwati itu baj***n)

    Ketika Pemasangan Baliho dikonfirmasi langsung ke Kades bernama Samto itu, Dia mengakui Jika Dirinyalah yang membuat dan memasang Baliho tersebut

    Kades menjelaskan Baliho di Pasang sejak Rabu (14/7/2021) dan kata-kata dalam baliho dia sendiri yang  buat.

    "Kata-katanya saya sendiri yang bikin, pasnagannya saya sendiri yang nungguin (jaga)," Ujar Samto seperti melansir Detik.com, Kamis (15/7/2021)

    Samto mengaku, Dia terpaksa membuat baliho tersebut karena tidak tahan melihat rakyatnya menderita.

    Menurutnya, penerapan kebijakan PPKM Darurat selama ini sangat memberatkan dan merugikan Rakyat yang ingin mencari nafkah untuk menyambung hidup

    "Orang hajatan dibubarkan, untungnya apa. Rakyat berjualan diuber-uber, kasihan Rakyat dan seniman, dua tahun nggak makan" Ujar Kades

    Samto menjelaskan jika dirinya sengaja menggunakan Kata-kata yang agak keras dalam Balihonya. Dia juga berharap Aspirasinya tersebut bisa didengar oleh pemerintah

    "Sengaja (keras), biar didengar aspirasi rakayat. Saya yakin rakyat mendukung," Jelasnya.

    Baliho tersebut ahirnya di turunkan oleh Pol PP, Namun Samto mengaku tidak keberatan jika nantinya mendapatkan sanksi atas tindakannya tersebut.

    "Sudah di turunkan tadi sama Pol PP, Nggak apa-apa. Kalau memang ada sanksi saya siap," Ujar Samto lagi

    Polisi Turun Tangan

    Dihubingi secara terpisah, Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, mengaku sudah mengetahui pemasangan Baliho tersebut.

    Pihaknya berencana akan memanggil yang bersangkutan untuk di mintai keterangan dan diklarifikasi.

    "Saya tadi Koordinasi dengan Ibu Bupati, Besok akan dipanggil untuk dilakukan klarifikasi terlebih dahulu maksud dan tujuannya seperti apa.

    Nanti memang juga akan kita lakukan klarifikasi juga secara hukum, rencana akan kita panggil ke polres," Ujar Kapolres Sragen

    Kapolres menjelaskan, Pihaknya menyayangkan pemasangan Baliho tersebut. Pasalnya, pemasangan baliho itu justru dilakukan oleh pemerintah Desa

    "Apalagi dilakukan oleh aparata pemerintah desa ya, itu nanti tentunya kita akan lakukan upaya klarifikasi. Dan jika ditemukan adanya pelanggaran hukum tentunya akan kita lakukan tindakan hukum," Lanjut Yuswanto