Warga NTT di Jakarta Demo Ke Mabes Polri Desak Usut Kasus Proyek Mangkrak Senialai Miliaran

Sejumlah Elemen Organisasi Masyarakat dan Mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ada di wilayah Jakar, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Gambar 3D Protek Awololong, Lembata

Menggeral aksi demo di depan Markas Umum Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kamis (24/6/2021) siang.

Sejumlah elemen yang terlibat dalam aksi Demo ini mendesak presiden Jokowi memerintahkah Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menuntaskan kasus Proyek Mangrak di Lembata.

Mereka menuntut Pembangunan Jembatan Titian (Jet) dan Fasilitas Kuliner Pulau Siput Awololong senilai Rp 6,892,900,000 yang di duga telah merugikan negara agar segera di usut.

"Proyek Jeti Apung Awololong saat ini sedang di proses hukum Polda NTT. Realisasi Dana proyek mangkrak sudah mencapai 85 persen. Namun fisik pekerjaan nihil," Jelas Koordinator Aliansi Dari Pihak Pendemo Heribertus Tanatawa Purab, Seperti melansir dari Investor.id

Heri melanjutkan, Pemegang Lelang Proyek ini adalah PT. Bahana Krida Nusantara dengan nilai penawaran Rp 6,892,900,000, nilai penawaran ini tertuang dalam kontrak nomor PPK.22/Kontrak/Fisik-Awololong/10/2018.

Gambar Real Protek Mangkrak Awololong

Mereka juga meminta, Presiden Jokowi Memerintahkan Kapolri dan Jajarannya untuk membantu penegak hukum memeriksa Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur.

Karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT, telah memberikan petunjuk agar Bupati Lembata di periksa oleh penyidik Subdit 3 Tipikor Polda NTT.

"Proyek Mangkrak Awololong di anggarkan pada Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten lembata tahun 2018 hingga kini kasus itu masih bolak balik dari jaksa penuntut umum ke penyidik Polda NTT.

Kasus dengan kerugian Negara sekitar Rp 1,4 Miliar dari total anggara 6,8 miliar sudah kami laporkan sejak tahun 2019 di masa kapolda NTT (di jabat oleh) pak Irjen Pol Hamidin," Ujar Heri

Koalisi Aliansi ini juga di ketahui tidak hanya melakukan Demo, tapi mereka juga melaporkan Proyek Mangrak Secara tertulis ke Mabes Polri.

Menurut Heri, dalam waktu dekat mereka bersama pengacara akan kembali menghadap Mabes Porli untuk menyakan perkembangan kasus Korupsi itu.

"Mulalui disposisi pak Agus (Kompol Agus Priyanto, Div Humas Polri), kami akan segera menghadap pihak-pihak terkait di Mabes Polri, apakah Propam atau Bareskrim," Ujar Heri

Suasana Demo Aliansi Masyarakat NTT Sejabodetabek di depan Kantor Mabes Polri

Poin-Poin Yang Menjadi Tuntutan Koalisi Aliansi Pendemo

Setidaknya ada 4 Poin yang diminta Masa aksi Demo oleh Gabungan Ormas dan Organisasi Mahasiswa dalam mendesak di tuntaskannya kasus proyek Mangrak di Kabupaten tersebut;

Pertama, meminta Mabes Polri agar memeberi Atensi dan mengevaluasi jalannya dugaan Tipikor yang sedang ditangani Polda NTT dalam Laporan Polisi Nomor LP/A/213/V/Res.3.3/2020/SPKT

Kedua, Meminta Mabes Polri mendukung Aliansi Rakyat Lembata Dalam Menuntaskan Tindak Pidana Korupsi melalui Polda NTT

Ketiga, Mendukung Polda NTT agar segera menyelesaikan dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi Proyek Mangkrak Awololong, Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur

Empat, mengevaluasi penyidik Ditkrimsus Polda NTT.

"Kami juga meminta Mabes Polri Melalui Polda NTT Agar Memeriksa Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur karena menurut Jaksa Penuntut Umum, Bupati Eliaser di duga menjadi Biang Kerok Proyek Mangkrak Awalolong," Tegas Salah satu perwakilan Aliasi Chky Askar Ratulele

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.