Sadis, Seorang Pemuda Disiksa Berhari-hari Hingga Tewas, Mayatnya Dibakar Karena Terbakar Cemburu

Maros-harianflobamora.com-Setelah anda membaca judul berita ini, mungkin yang ada di pikiran ada adalah pelakunya seorang perempuan, atau paling tidak suruhannya.

Foto Olah TKP oleh Keolisian Polda Sulsel.

Iya, Penulis juga sempat berpikir yang sama saat menerima berita ini pertama kali.

Kejadian penyiksaan yang menewaskan Riyan di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), merupakan bukti nyata bahwa Hubungan sejenis, atau yang viral dengan sebutan HOMO sudah hampir terang-terang menujukan jati diri mereka ke publik.

Hubungan terlarang dan tidak sesuai dengan budaya luhur bangsa Indonesia ini bukan saja sudah berani menunjukan dirinya depan publik 

Tapi, sudah memasuki babak baru yakni babak pembuhan yang di sebabkan cemburunya seorang lelaki terhadap laki-laki lain yang dilakukan oleh pacar laki-lakinya.

Polisi mengungkap pemuda bernama Riyan (20), Korban mayat di bakar di kabupaten Maros, mengalami penyiksaan sadis selama 4 hari berturut-turut.

Penyiksaan Selama berhari-hari itu disebut jadi penyebab tewasnya korban.

"Yang jelas dia mengalami penyiksaan berhari-hari," Kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan Kepada Detik, Senin (21/6/2021)

Zulpan mengatakan pelaku utama mayat di bakar di makassar ini ialah remaja bernama Muhammad Anwar alias Amin (19).

Sementara itu, pelaku lainnya ialah MA, DAS, FS, alias R serta perempuan yang bernama H alias Lala, HP, TH dan AL.

Menurut Zulpan, Amin merupkan pelaku yang membawa Riyan ke Hotel Wisata di kawasan Pantai Losari, Kota Makassar Pada senin (7/6)

"Tapi dalam perjalanan, dia ambil handphone si riyan, dia baca WA, Facebook, semuanya. di temukan ada komunikasi Riyan sama laki-laki lain.

Jadi indikasi selingkuh inilah yang buat amin marah kemudian cekcok sampai di hotel wisata juga cekcok," Ungkap Zulpan

Buah dari kecemburuan tersebut, Lanjut Zulpan, amin meminta temannya datang ke kamar 405 Hotel Wisata. Mereka kemudian menganiaya Riyan.

"Kemudian habis itu disitu malamnya ribut, tapi dini hari dia berhubungan intim sama si korban. Terus yang lain tiga orang itu (teman amin) pengakuannya tidur, tapi di kamar yang sama di kamar 405," Lanjut Zulpan.

Selasa (8/6) pagi, emosi akibat kecemburuan amin tak kunjung surut, dia dan tiga pelaku lainnya kembali menganiaya Riyan.

Kemudian mereka tak lagi punya biaya, Amin CS membawa Riyan ke rumah wanita bernama Lala (23) di jalan sungai Limboto, Makassar.

"Mereka kesana, ke rumah lala naik Taksi Online bersama. Disitupun sudah ada Lala dan sama dua orang lagi laki-laki yang juga nunggu. Dia (Riyan) di Siksa lagi", Ujar Zulpan.


Penganiayaan tersebut, Kata Zulpan, terus di lakukan secara bertubi-tubi selama tiga hari hingga korban meregang nyawa

"Macam-macem, di pukul pakai tangan, pakai tali pinggang, bayangin aja 8 orang, kecuali Lala, dia hanya menyaksikan saja," Ujar Zulpan Lagi.

Konferensi Pers Polda Sulsel. foto yang pegang adalah foto Riyan

Mayat Riyan di Bakar Untuk Menghilangkan Jejak.

Penganiayaan yang terus menerus tersebut membuat Korban meniggal dunia pada (10/6) pagi, sekitar Jam 08.00 WITA, dalam kondisi ini, Semua pelaku mulai panik.

"Kamis pagi jam 8, korban meninggal, mereka panik, bayangkan saja dari hari senin sampai kamis pagi ( korban disiksa)," Jelas Zulpan

Ditengah kepanikan, pelaku Utama Amin, Mulai menyusun rencana. Pada ahirnya, korban di bawa ke kecamatan Mallawa, Maros, hingga mayatnya di bakar disana.

Kemudian mayat mulai di bungkus menggunakan selimut, Lanjut Zulpan, pelaku juga menyewa mobil rental. Mayat Riyan mulai di pindahkan ke mobil pada jam 02.00 Wita jumat (11/6)

"Jam 2 pagi itu dari rumah lala, di bungkus pakai selimut di bawa ke TKP, biar enggak ketahuan orang," Ujar Zulpan

Dalam perjalanan, Amin sempat membeli 2 botol air mineral, berisi 1,5 Liter, airnya kemudian di buang sementara Botolnya di isikan bensin.

"Beli bensin, dia beli air mineral dulu, dua botol, baru di buang airnya baru beli bensin full," Katanya

Tempat pukul 04.00 Wita, Amin CS tiba di bukit kemisi kecamatan malawa, kabupaten maros, selanjutnya mayat Riyan mulai di bakar. untuk menghilangkan jejak pembunuhan.

"Kenapa dibawa kesana? Karena di anggap sepi baru dibakar. Begitu dia bakar pengakuannya jam 4 pagi, setengah 5 mereka tinggalkan," Lanjut Zulpan lagi

Sesudah di Bakar, Amin CS Kembali Datang Ke Lokasi Untuk Mengecek

Zulpan mengungkapkan bila komplotan pelaku sempat kembali ke lokasi korban dibakar. Kedatangan pelaku tersebut untuk mengecek apakah korban sudah hangus atau tidak.

"Jam 11 diang mereka kembali lagi, meihat. Kembali ke TKP, mau lihat perkembangannya. Tapi paginyakan masyarakat sudah lapor ke polisi," Jelas Zulpan

Akibat perbuatannya, Pelaku di jerat dengan pasal berbeda-beda sesuai dengan peran yang mereka lakoni terkait kematian Riyan.

"Jadi hukumannya setiap orang berbeda. Kalau Amin dia berencakan, panggil teman-temannya, sampai penyiksaan berhari-hari, kalau temannya pembunuhan, kemudian ada juga penganiayaan, kalau lala ikut serta,"

"Jadi itu ancaman hukumannya hukuman mati atau penjara 20 tahun, maksimalkan itu," Tutup Zulpan melansir dari Detik.com

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.