Titik Balik Dunia Pendidikan, Dulu Guru Pukul Siswa Sampai Berdarah, Sekarang Orang Tua Siswa Bunuh Kepala Sekolah -->

Titik Balik Dunia Pendidikan, Dulu Guru Pukul Siswa Sampai Berdarah, Sekarang Orang Tua Siswa Bunuh Kepala Sekolah

Patung Bernyawa
Rabu, Juni 09, 2021

    Miris, Dunia pendidikan samakin tidak memiliki Etika Luhur dan nilai jasa sebagai lembaga yang sangat berperan menentukan nasib generasi bangsa di masa depan.

    Korban Penikaman di SDI Ndora, Delvina Azi

    Banyaknya pemberitaan tentang Murid memukul Guru, atau orang tua mendatangi sekolah dengan tujuan mengintimidasi jadi tontonan setiap hari generasi milenial kita.

    Disisi lain, Lembaga pendidikan saat ini sepertinya bukan lagi lembaga yang akan mencetak karakter manusia dan generasi bangsa dengan  kemampuan SDM yang bisa bersaing

    Melainkan hanya lembaga yang akan menerbitkan Surat keterangan bahwa seseorang telah penah ada disana dengan nilai atau angka kelulusan yang bisa dengan mudah di otak atik.

    Lemahnya karakter pendidikan sekarang juga bisa terjadi dari aktivitas guru yang lebih banyak berkerja dengan dokumen dan laporan seperti RPP dari pada memberikan mutu pendidikan yang baik untuk anak muridnya.

    Juga orang tua yang terkesan tidak iklas dididik dan di bentuk karakternya oleh tempat dimana Anaknya menimba ilmu.

    Pada ahirnya pendidikan hanyalah kegiatan yang tidak akan menghasilkan apa-apa selain sebuah kertas (Ijazah) dua lembar.

    Seperti kejadian Terjadi minimpa kepala Sekolah Dasar (SDI) Delvina Azi yang di tingkam orang tua siswa hingga meningal dunia.

    Delvina menggembuskan nafas terahirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende, Rabu 9 Juni 2021 dini hari setelah tidak bisa bertahan dari luka tusukan Senjata Tajam yang merobek perutnya.

    Kejadian itu terjadi di lokasi Sekolah Dasar Impres (SDI) Ndora, kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo NTT, Pada Selasa (8/6/2021)

    Berdasarkan keterangan Kapolsek Nangaroro Iptu Sudarmin Syafrudin mengungkapkan kasus bermula ketuka sang anak atas nama Eusabius Deviceli Laja di suaruh pulang oleh Kepsek SDI Ndora.

    Pelaku Penikaman, Foto By. Florespost.net

    Saat itu Sekolah SDI Ndora sedang melaksanakan Ujian Ahir kenaikan kelas, namun Kepsek Delvina Azi Malah menyruh Anak dari pelaku DD pulang dan tidak mengikuti Ujian.

    Menurut Informasi yang kami terima, alasan Kepsek menyuruh Eusabius Deviceli Laja pulang Karena belum membayaran Iyran Komite, yang pasti setelah mendengar perkataan sang anak, DD langsung mendatangi Rumah Kepala Desa (Kades) untuk mengadukan masalah yang di hadapi anaknya.

    Saat di rumah kades, pelaku melihat Pisau sangkur tergantung di dinding ruangan tamu. Seketika pelaku langsung mengambilnya tanpa sepengetahuan Kades bernama Emilianus Meze itu.

    "Saat itu juga pelaku menuju kesekolah dan menanyakan kepada ibu Astin (Guru/Bendahara) temtang guru siapa yang menyuruh anaknya pulang, namun tidak mendapat jawaban," Ujar Iptu Sudarmin

    Pada kesempatan itu lanjut Iptu Sudarmin, korban yang melihat pelaku sedang memegang pisau sangkur, langsung memperingati korban jika ia akan dilaporkan ke polisi.

    "Setelah mendengar ancaman kepala sekolah, pelaku bangun dan langsung mencabut pisau sangkur dan langsung menikam korban mengenai bagian perut sebelah kanan," Jelas Iptu Sudarmin

    Akan tetapi, pelaku setelah menikam Delvina tidak lantas kabur melarikan diri. Dia kemudian menyerahkan Barang Bukti sangkur yang di pakainya untuk membunuh tersebut kepada seorang penjaga sekolah bernama Heronimus Wonga.

    Selanjutnya dia menuju ke rumah kepala dusun Kristianus Meze untuk menyampaikan kejadian dan mengajak Dusun agar menemaninya menuju kantor polisi untuk menyerahkan diri.

    Korban Delvina Azi Meninggal Dunia


    Karena luka yang di Derita Delvina cukup parah, Korban Penikaman di SDI Ndora ini ahirnya menghembuskan Nafas terahir di RSUD Ende pada, Rabu (9/6/2021)

    Korban sempat di larikan ke rumah sakit puskesmas Nangaroro pasca kejadian kemudian di rujuk ke RSUD Ende pada, Selasa (8/6/2021) pukul 22.00 WITA.

    Berita meninggalnya Kepsek SDI Ndora ini juga sempat di konfirmasi Kapolsek Nangaroro Iptu Sudarmin Syafrudin melalui pesan singakat WhatsApp

    Sudarmin membenarkan kabar meninggalnya Kepsek SDI Ndora itu terjadi sekitar Pukul 04.00 WITA dini Hari (9/6/2021)

    Saat ini menurut Sudarmin, sedang di lakukan ibadah di ruang Jenazah sebelum Jenazah akan di berangkatkan ke Boawae, Kampung halaman Korban.

    "Benar, saya sedang berada di ruang Jenazah RSUD ende" Ujar Sudarmin

    "Sementara masih di lakukan Ibadah di rumah Jenazah, Selamjutnya akan di bawa ke Boawae setelah singgah sebentar di Ndora" Ungkap Iptu Sudarmin menambahkan.