Pengusiran Anak Murid Kembali Terjadi di Borong, Kepsek; Tidak Usir Tapi Disuruh Pulang

Pengusiran Anak Murid sekolah kembali terjadi di Borong, Manggarai Timur karena belum melunasi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Darius Aring, Orang Tua Siswa

Setelah kasus pengusiran anak murid dari sekolah karena belum bayar SPP dan berujung pada penikaman Kepsek Ndora oleh wali murid, kini hal yang sama terjadi di SDK Jawang Borong, Manggarai Timur

Siswa bernama Yohana Aurel Ririn, di pulangkan dari sekolahnya karena belum melunasi tunggakan SPP sebesar Rp300 ribu.

Darius Aring (35) ayah kandung dari Yohana mengaku anaknya di usir oleh salah satu guru di SDK Kampung Jawang, Desa Golo Kantar kecamatan Borong, Manggari Timur, Senin (7/6/2021)

Darius yang di dampingi Istrinya Daria Nganut (31) menjelaskan, pengusiran Yohana di sebabkan karena belum melunasi Uang pembayaran SPP sebesar 300 ribu dari Total keseluruhan sebesar 500 ribu

"Jadi yang belum lunas itu Rp300 dari 1 tahun uang komite Rp500 ribu, bulan lalu saya sudah panjar, Rp200 tibu," Ujar Darius

Darius mengaku kesal, lantaran karena bukan hanya anaknya saja yang belum melunasi uang komite itu, akan tetapi masih banyak siswa yang juga belum melunasi, namun hanya anaknya yang mendapat pengusiran

Dia menjelaskan, dirinya bukan tidak mau melunasi uang SPP tersebut, namun pengahasilan yang di peroleh dari buruh tani sangat sedikit sehingga harus mencicil.

"Saya tidak lunasi karena saya tidak mampu, saya hanya kerja ikut kerja harian saja. Dapat sedikit sebagian saya cicil uang komite dan sebagian untuk kebutuhan keluarga dengan biaya tanggungan istri dan anak 3 orang," Lanjut Darius.

Meski demikian lanjut Darius, ia tidak lantas mendatangi sekolah untuk mengajukan protes terhadap guru dan pihak sekolah karena pengusiran anaknya tersebut.

"Saya sudah lunasi kemarin, anaknya saya juga sudah mengikuti ujian sekolah seperti biasa," ungkap Darius melansir dari Poskupang.com Rabu (9/6/2021)

Sementara itu, Kepala Sekolah SDK Jawang Aleksius Nambung menjelaskan perihal pertiwa pengusiran yang di sebutnya 'di suruh pulang' tersebut.

Ia menjelaskan, bahwa pihak sekolah tidak melakukan pengusiran, namun di suruh pulang untuk memberitahu orang tua untuk melunasi tunggakan uang komite sebelum mengikuti ujian.

Aleksius juga menyampaikan, Hal itu adalah hasil kesepatan antara orang tua murid, komite dan pihak sekolah, dimana hasilnya memutuskan bahwa Upah Guru Honorer di tanggung Orang Tua wali murid.

"Jadi saat rapat itu di sampaikan tunggakan itu, juga ada guru honor komite yang belum di bayar sampai 3-4 bulan."

"Jadi kemarin saat rapat, kesepakatannya per orang tua siswa, bukan persiswa berapapun jumlah anak dalam keluarga itu yang sekolah di SDK Jawang tetap membayar Rp500 ribu/tahun," Jelas Aleksius

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.