Pemuda Asal NTT Berlutut Didepan Tempat Miras dan Babi Setelah Wisuda

Pemuda Asal NTT Berlutut Didepan Tempat Penyulingan Miras dan Kandang Babi Setelah Wisuda

Foto By. Editan Rakyatntt.com

Jika pada umumnya kita selalu di ajarkan untuk bersyukur kepada Tuhan sebagai pemberi kehidupan dan berkat atau Riski.

Maka yang di lakukan pemuda asal Desa Lanaus, Kecamatan Insana Tengah, Timor Tengah Utara (TTU) adalah sesuatu hal yang berbeda dan jarang di lakukan.

Bagaimana tidak, Alih-alih mengucapkan syukur kepada Tuhan dan Orang Tua yang telah telah banting tulang bekerja untuk membuatnya menjadi Sarjana, Pemuda ini Malah Viral saat berlutut di Hadapan Tempat penyulingan Moke (Minuman Keras Khas NTT).

Bahkan Rakyatntt.com memposting foto Pemuda dengan nama lengkap Yohanes Neno ini sedang berlutut di hadapan kandang Babi.

Fotonya yang sedang berlutut di hadapan Tempat Penyulingan Moke milik orang tunya itu Viral di berbagai Grup dan beranda Facebook.

Tak heran, berbagai komentarpun harus ia terima sebagai suatu budaya bermedsos masa kini yakni 'Ada Fans dan ada Heaters' ada yang simpati, ada juga yang mencemooh.

Namun apa pun menjadi opini para warganet kenyataan yang ada adalah Yohanes berlutut di depan tempat penyulingan Miras sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian yang dia raih hingga menjadi seorang Sarjana Pertanian.

Yohanes Neno Sedang berlutut di hadapan Tempat Penyulingan Moke/Miras Milik Orang Tuanya

Komentar orang hanya akan menjadi pendapat bagi diri terhadap orang lain sementara Yohanes akan terus berkiprah sebagai seorang serjana yang bermanfaat untuk masyarakat.

Kisahnya mungkin hanya akan menjadi bumbu dan penyedap rasa dalam prosesnya menjadi seseorang yang telah di Stratakan dari hasil Minuman Keras.

Inspirasi mungkin bagi sebagian orang, tapi bagi yang lain, yang memiliki cara lain untuk kuliahkan anaknya selain dari hasil Miras akan berpendapat lain.

Tilisan RakyatNtt.com yang mengatakan Belajar Padanya juga tidak mungkin berlaku bagi kelompok yang lain ini.

Benar bahwa moke adalah minuman Khas NTT namun kita juga harus mengakui untuk mengatakan Moke atau sejenisnya juga merupakan awal dari banyaknya kasus kekerasan yang terjadi.

Bukan persoalan takaran dan ukuran, bukan juga masalah sumber ekonomi atau pengahasilan masyarakat, ini persoalan fungsi dan sumber daya manusia yang mengkonsumsinya.

Kita mungkin masih mengingat bahwa orang tua kita dahulu menggunakan moke atau miras lainnya sebagai obat untuk menghilangkan lelah dari pekerjaannya.

Tidak meminumnya di jalannan dan tempat umum lainnya atau dipusat keramaian hanya untuk Bergaya dan sekedar bersenang-senang.

Kondisi itulah yang membuat Miras saat ini di takuti dan jadi ancaman, terlebih Generasi muda kita mengkonsumsi Miras hanya untuk sekedar menunjukan jika dia seorang yang pemberani.

Banyaknya kendaraan (Motor dan Mobil) pun jadi ancaman tersendiri di jalanan, dimana pengaruh minuman keras, pengemudi tidak akan bisa mengontrol kendaraannya dengan baik.

Belum lagi tempat dan harga minuman ini masih terjangkau bahkan oleh pelajar SMP sekalipun.

Yohanes Neno,ST

Kita bisa mengecek Data Laka Lantas yang di sebabkan  oleh pengemudi yang meminum minuman ini saat berkendara atau sebelum memegang Setir kendaraannya.

Karenanya jika kita ingin menjadikan Moke, Sopie, atau minuman Khas NTT lainnya dapat menjadi sember pengahasilan, kita mesti juga harus menerapkan aturan bersamanya.

Karena menurut penulis, Kisah Yohanes Neno ini bukanlah Inspirasi yang mesti di ikuti para orang tua yang lain yang ingin menyekolahkan anaknya dari hasil miras.

Pengasilan Utama Warga NTT menurut penulis adalah Pertanian, perkebunan dan berternak.


Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.