Pelajar SMA Tewas, Kapolres Ngada Minta Orang Tua Jangan Kasih Anak dibawah Umur Bawa Sepeda Motor Sendiri.

Banyaknya pelajar yang tewas akibat kecelakaan sepeda motor, juga menjadi perhatian khusus pihak kepolisian terutama para pelajar adalah Generasi penerus bangsa.

Kapolres Ngada AKBP Rio Cahyowidi S.I.K., M.I.K

Tak terkecuali Polres Kabupaten Ngada-NTT yang beberapa hari lalu menangani lakalantas pada seorang pelajar SMA yang meninggal akibat kecelakaan kendaraan bermotor.

Kapolres Ngada melalui Kasat Lantas Iptu Lino De Jesus mengatakan menghimbau kepada para orang tua agar tidak mengijinkan anaknya yang masih di bawah umur untuk mengendarai kendaraan sendiri.

Himbauan tersebut di sampaikan kasat lntas menyusul kecelakaan yang menewaskan seorang pelajar SMA terjadi di kampung Radha, Desa Bowali Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada

"Kami menghimbau kepada orang tua supaya tidak mengijinkan anaknya di bawah umur untuk tidak mengendarai kendaraannya sendiri" kata Iptu Lino De Jesus melalui pesan singkat (WA) melansir dari Pos Kupang, Minggu (13/6/2021)

Kasat Lino menjelaskan, dengan tidak diijinkan mengendarai kendaraan sendiri maka dapat mencegah terjadinya kecelakaan terhadap generasi muda.

"Dengan orang tua tidak memberikan ijin kepada anaknya, maka orang tua turut menjaga anak-anaknya agar tidak terjadi kecelakaan," Ujar Lino

Iptu Lino Juga menyampaikan pihaknya akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya berlalu-lintas terutama kepada anak di bawah umur.

"Kedepan kami akan sosialisasikan kepada masyarakat, pentingnya belalu-lintas lebih Khusus kepada anak di bawah umur," lanjut  Iptu Lino

Seperti di beritakan sebelumnya? Kecelakaan maut terjadi hingga menewaskan sorang pelajar SMA terjadi di Kabupaten Ngada, Jumat (11/6/2021)

Di jelaskan, kecelakaan itu terjadi di kampung Radha, Desa Bowali, Kecematan Bajawa, Ngada-NTT Sekira pukul 12.30WITA siang.

Kecelakaan bermula ketika sepeda motor Scoopy tanpa Plat Nomor yang di kendarai Januario Imanuel Lusi (17) dan memboncengi Korban Devidson Wiliam Repu Petrus (17) datang dari arah bejawa ke arah Soa.

Saat memasuki tikungan di Kampung Radha, ban motor mereka tergelincir dan terjatuh ke kanan jalan akibat Rem kaget di atas tumpahan pasir yang ada di jalanan.

Dari arah berlawanan mucul Mobil Taf Rocky warna Hitam dengan nomor polisi EB 7585 yang di kendarai oleh Erasmus Nono.

Karena Pengereman di atas tumpukan pasir yang di lakulan pengemudi Scoopy tadi ahirnya mereka terjatuh ke arah kanan menuju begian tengah badan jalan.

Seketika Mobil Taf yang datang pun langsung menyambar keduanya bersama motor yang di kendarai tanpa ampun.

Akibat kecelakan tersebut, Kepala Korban Devidson Wiliam di duga terbentur Ban Mobil Taf sehingga mengalami luka Robek pada pipi kiri, luka lecet pada tangan dan leher.

Korban sempat di larikan ke rumah sakit pasca kejadian namun Nyawanya tidak tertolong dan ahirnya meninggal dunia.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.