Motor Tilang Menumpuk di Kantor, Polantas TTU Mengeluh Ke Masyarakat karena Tidak Mau Urus Surat -->

Motor Tilang Menumpuk di Kantor, Polantas TTU Mengeluh Ke Masyarakat karena Tidak Mau Urus Surat

Patung Bernyawa
Kamis, Juni 03, 2021

    Ternyata banyaknya kendaraan yang di tilang, tidak lantas membuat Polisi Lalu Lintas (Polantas) senang dan merasa berprestasi.

    Kondisi kendaraan yang terjaring tilang dan lakalantas di polres TTU, Hingga kini belum di ambil Pemilik. Foto By Pos Kupang

    Banyaknya Kendaraan yang di tilang justru membuat polisi kebingungan karena tempat penyimpanan mereka tidak cukup luas untuk menampung kendaraan dengan jumlah banyak.

    Hal itu terjadi di Polres Timur Tengah Utara (TTU), dimana terlihat banyak kendaraan yang menumpuk di tempat penyimpanan Satlantas.

    Sebanyak 95 kendaraan bermotor yang terjaring tilang dan lakalantas belum di ambil oleh warga sebagai pemiliknya.

    Dari 95 kendaraan bermotor tersebut, sebanyak 40 kendaraan dari hasil Lakalantas sementara 59 lainnya karena terjaring tilang.

    Kasat Lantas Polres TTU AKP Firamuddin SH menerangkan, salah satu Faktor penyebab penumpukan kendaraan adalah karena Masyarakat enggan mengurut surat-surat di Satlantas Polres TTU.

    Bahkan menurut AKP Firamuddin, kebanyakan kendaraan bermotor tidak memiliki surat-surat dan dokumen yang sah.

    Kasat Lantas Polres TTU, FIRAMUDDIN SH

    Satlantas Polres TTU lanjut Firamuddin, sudah memberikan Himbauan melalui Media dan Patroli agar masyarakat datang ke Satlantas untuk mengurus kendaraan tersebut.

    "Namun hingga saat ini, tidak ada satupun pelanggar atau warga masyarakat (yang datang) untuk mengurus surat-surat kendaraannya" Ujar Kasat Lantas Polres TTU AKP Firamuddin SH

    Bukan hanya itu, Firamuddin mengisahkan di antara penumpukan kendaraan, ada kendaraan bermotor yang sudah sejak 5 hingga belasan tahun lalu berada disana.

    Ia menyesalkan warga yang enggan mengurus surat-surat kendaraan itu dan meminta warga agar segera mengurusnya agar tidak menambah penumpukan.