Halaman Facebook

Luar Biasa, 28 Calon Polisi Lolos Tanpa Ikut Tes, Ternyata Polwan Ini Pelakunya

Sosk Bripka LA (Foto dari Medsos)

Penemuan 28 Calon Polisi yang Lolos tes dan langsung mengikuti ujian Akademik ini bermula dari kecurigaan Calon Siswa (Casis) lain terhadap wajah-wajah baru yang tidak pernah ikut ujian pada tes sebelumnya namun Tiba-tiba muncul saat ujian Akademik.

Semua bermula dari Oknum Polwan bernama Bripka LA di Medan,  Sumatera Utara yang terlibat dalam seleksi masuk polisi baru.

Pasalanya, Para calon Bintara polisi yang berada di bawah kendali Bripka LA tidak perlu repot-repot ikut Tes namun tetap lulus jadi Polisi.

Bukan hanya itu, Bripka LA juga merekrut dan memperkerjakan para joki untuk mengerjakan tes masuk Casis rekrutan Bripka LA.

Kasi Propam Polrestabes Medan yang berhasil mengungkap kecurangan tes masuk polisi ini Kompol Zonni Aroma mengungkap Bripka LA bertugas di Binmas Polrestabes Medan.

"Dia selama ini bertugas di bagian Binmas (Binaan Masyarakat Polrestabes," ujar Zonni pada, Kamis (17/6/2021)

Namun Zonni mengaku belum mengetahui dengan siapa Bripka LA berkerja sama dan jumlahnya berapa, sehingga Calon-calon polisi itu bisa lolos.

"Untuk (Jumlah) orangnya saya tidak tahu, tanya saja ke Peminal Polda. Saya nanti salah jawab, bukan saya yang memeriksa, saya tidak tahu berapa jumlahnya," Lanjut Zonni

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, kasus Bripka LA masih di tangani Bid. Propam Polda Sumut.

Dia mengatakan, terungkapnya kasus Casis ini berawal dari adanya Casis mengaku di rekrut oleh salah satu oknum polisi.

"Ia di tangkap dan didalami, ada beberapa juga melakukan Hal yang sama. tapi tindakana kita sudah cepat, tepat, memeriksa nomor-nomor peserta kemudian mendiskualifikasi," Ujar Hadi

Hadi melanjutkan dalam kasus ini, pihaknya langsung melakukan pendalaman hingga mengarah ke anggota polisi.

"Ada dugaan mengarah ke oknum polisi yang bertugas di salah satu Polres. dan ini kita sudah lakukan pemeriksaan intensif oleh Propam. sampai dengan sekarang yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan, Lanjut Hadi

Hadi kemudian menyarankan kepada Calon Siswa (Casis) untuk percaya diri dalam mengikuti tes sesuai aturan yang berlaku.

Menurutnya Tes sangat transparan dan terbuka kepada seluruh masyarakat indonesia, jangan mudah tergiur dengan iming-iming Siapapun.

"Yang jelas semua pendaftar itu percaya diri saja dengan kemampuannya. tidak udah tergiur diiming-imingi oleh siapapun itu, baik masyarakat luar dan anggota polri," Kata Hadi

Ia kemudian mengingatkan, setiap item yang di tes itu transparan, terbuka, bersih dan tidak ada permainan di dalamnya.

"Kenap? Karena ada pengawas internal dan eksternal,"

"Keduanya ini bekerja setiap ite seleksi itu, mereka mengawasi. Makanya kejadian ini, karena kejelian panitia ini yang melihat adanya indikasi kecurangan oleh peserta," Katanya lagi

Awal Mula Kecurigaan Terhadap Casis Hasil Joki

Seorang Casis lain yang merasa heran dan curiga saat mengikuti ujian akademik karena melihat adanya wajah-wajah baru di lokasi ujian.

Ia lantas melaporkan kecurigaannya itu kepada seorang polisi pengawas di lokasi ujian akademik.

Dalam laporannya, menyebut ada sejumlah Casis yang tidak mengikuti tes sebelumnya namun tiba-tiba masuk mengikuti ujian akademik.

Panitia atau petugas yang menerima laporan casis itu langsung bergerak cepat menindak lanjuti laporan.

Setelah di interogasi, para Joki yang di curigai tersebut tidak bisa mengelak dan langsung mengakui jika mereka di rekrut oleh oknum polisi bernama Bripka LA.

Para casis tersebut berasal dari luar Sumatera, seperti Jakarta, Bandung dan kita lainnya.

Saat ujian, mereka di gantikan oleh masing-masing seorang Joki agar bisa lolos dengan mudah.

Sebanyak 28 Casis yang Lolos ke Ujian Akademik Tanpa melalui Tes Fisik dan kesehatan.

Dalam ketrangannya, Bripka LA mengakui perbuatannya dan terlibat pengurusan Tes masuk sebanyak 28 Calon Siswa Polisi

Propam Polda Sumut pun  kemudian mengiventarisir Nama-nama Calon Siswa Bintara yang di rekrut Bripka LA tersebut.

Alhasil, sebanyak 28 Casis langsung di diskualifikasi dari dari Lokasi tes sementara Jokinya masih di lakukan pendalaman.

"Banar, saat ini masih di dalami Propam, untuk jelasnya nanti akan dirilis pak Kapolda Sumut ya," Tutup Kombes Hadi.