KPU Sumba Barat Umumkan 872 Potensial Pemilih Baru Dalam Rapat Koordinasi Bersama Stakeholder -->

KPU Sumba Barat Umumkan 872 Potensial Pemilih Baru Dalam Rapat Koordinasi Bersama Stakeholder

Jumat, Juni 25, 2021



    KPU Kabupaten Sumba Barat telah memulai tahapan persiapan Pemilu 2024 melalui Rapat Koordinasi  Daftar Pemilih Berkelanjutan Tahun 2021 tingkat Sumba Barat bersama stakeholder, rapat tersebut diselenggarakan di Aula KPU Sumba Barat.

    Rapat Koordinasi ini diselenggarakan setiap 3 bulan sekali di Kabupaten Sumba Barat, pengaturan frekuensi rakor berdasarkan ketentuan Surat Edaran (SE) Ketua KPU RI Nomor : 132/PL.02-SD/01/KPU/II/2021 Tanggal 04 Februari 2021 perihal Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2021. Tujuan diselenggarakan rapat ini adalah untuk memperbaharui data pemilih guna memudahkan proses pemutakhiran daftar pemilih pada pemilu/pemilihan selanjutnya.

    Rakor dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Sumba Barat, Sri Demu Alemina Br. Bangun, SE., dan di dampingi Anggota KPU Kabupaten Sumba Barat Ni Wayan Prawita Aryani, M.Pd selaku Kordiv Data dan Informasi, Teguh Raharjo, Alexander Talo Popo, S.Kom, MM., Yohanes Namu.

    Berdasarkan data pemilih berkelanjutan yang disampaikan oleh Ni Wayan Prawita Aryani, menyebutkan bahwa data pemilih berkelanjutan di Kabupaten Sumba Barat per bulan Juni 2021 sebanyak 83.439 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 42.160 pemilih dan pemilih perempuan berjumlah 41.279 pemilih yang tersebar di 6 (enam) kecamatan di Kabupaten Sumba Barat.

    Prawita Aryani menyebutkan bahwa, dari 83.439 pemilih yang tersebar di 6 (enam) kecamatan, potensial pemilih baru berjumlah 872 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 391 pemilih dan pemilih perempuan berjumlah 481 pemilih, pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) berjumlah 82 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 46 pemilih dan pemilih perempuan berjumlah 36 pemilih, dan perbaikan data pemilih sebanyak 9 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 7 pemilih dan pemilih perempuan berjumlah 2 pemilih.

    Paparan Prawita Aryani  menunjukkan, hasil  pemutakhiran data pemilih berkelanjutan  oleh KPU pada triwulan II tahun 2021 mengalami kenaikan jumlah pemilih dari DPT pada Pemilu Kepala Daerah tahun 2020 lalu.  Daftar pemilih tetap pada Pemilukada tahun 2020 sejumlah 82 ribu lebih, sementara  rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan pada triwulan II tahun 2021  sebanyak 83.439.

    Ketua KPU Sumba Barat menjelaskan, dalam proses pemutakhiran data berkelanjutan, KPU Sumba Barat meminta masukan kepada masyarakat dan sekolah menengah atas, baik itu SMA, SMA atau Madrasah Aliyah (MA). "Kami juga proaktif melakukan koordinasi dengan sekolah menengah, kami datang ke SMA-SMA, SMK dan Madrasah Aliyah guna mendata potensi pemilih pemula yang memenuhi syarat" tandas Ketua KPU.

    Lebih lanjut Ketua KPU menjelaskan, masukan masyarakat sangat penting bagi produk data pemilih yang berkualitas, harapannya, tidak ada daftar pemilih ganda dan pemilih yang telah meninggal dunia dan pemilih baru tidak terakomodir dalam DPT.  Kedepan bagaimana  tidak terjadi lagi kasus  "mayat ikut memilih" , dimana adigium dari penggunaan surat undangan memilih milik orang yang meninggal oleh orang lain, kerap menjadi protes banyak pihak saat pemilu.

    " kita berharap tidak ada daftar pemilih ganda maupun orang yang punya hak pilih  tidak tidak terdaftar dalam DPT Pemilu serentak tahun 2024 nanti, oleh karenanya, kami mengharapkan masukan dan kerjasama yang baik dari semua stakeholder, termasuk pimpinan partai pokitik" ungkap Ibu Ketua KPU Sumba Barat.

    Rapat yang belangsung 3 jam itu, dihadiri oleh Ketua Bawaslu bersama komisioner  lainnya, perwakilan Pengadilan Negeri, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,  perwakilaan Kapolres Sumba Barat,  RSUD Sumba Barat dan RSU Lende Moripa.

    Hadir pula sejumlah pimpinan partai politik, diantaranya, Sekeretaris DPC, PPP, perwailan Golkar, Gerindra, Nasdem, Perindo, Hanura, PSI dan PKB.