KM Egon Tidak Diijinkan Bersandar di Pelabuhan Waingapu Sumba Timur Karena Hal Ini.

Kapal Penumpang KM Egon yang berlayar dari pelabuhan Surabaya ke Ampenan Mataram (NTB) Kemudian Lanjut menuju Sumba Timur terpaksa bersandar jauh dari pelabuhan.

Penampakan KM EGON dari Kejauhan, di dekat pelabuhan Waingapu, Sumba Timur

Kapal yang membawa sebagian besar warga sumba tersebut tidak di ijinkan berlabuh ke palabuhan waingapu karena salah satu ABK kapal dikabarkan meninggal dan di kubur di Mataram (NTB) akibat terkena Covid 19.

Bukan hanya itu, 8 ABK juga dikabarkan terpapar Covid, berdasarkan hasil tes yang di lakukan ke-8 ABK positif Rapid Anti Gen.

Saat ini, mereka masih menjalani Isolasi di atas Kapal di bawah pengawasan Tim Medis dari KM Egon.

Karena Hal tersebut, KKP Pronvisi Nusa Tenggara Timur berkerja sama dengan Otoritas Pelabuhan  Kelas III Waingapu berecana melakukan Traccing kepada penumpang sebelum mereka memasuki daratan Sumba.

Tindakan itupun terekam dalamVideo berdurasi 0,59 detik, yang memperlihatkan Tim medis Sumba Timur sedang bersiap-siap menaiki KM Egon dengan Bantuan Perahu nelayan

Akibatnya, Penumpang yang seharusnya sudah Turun dari kapal pun terpaksa menunggu lebih lama karena mereka harus mengikuti Swap Tes sebelum turun dari Kapal.

Sementara itu, menurut keterangan Satgas Covid 19 Sumba Barat Mayor TNI Mulyono mengatakan, Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid Sumba Timur.

Menurutnya, Masyarakat yang Positif Hasil Swap Anti Gen akan di Jemput dengan menggunakan Mobil Khusus yang sudah di sediakan Satgas.

"Akan di jemput dengan kendaraan Khusus yang di sediakan oleh Satgas," Jelas Mayor ( TNI) Mulyono saat di Konfirmasi Harian Flobamora melalui Pesan Singkat WhatsApp.

Dia juga melanjutkan, Bagi Masyarakat yang di konfimasi tidak terpapar Covid tetap berjalan seperti Biasa, (tidak di jemput dengan kemdaraan Khusus)," Lanjut Mulyono

"Dengan demikian, Prokes kita Jalankan, Aktivitas Masyarakat yang tidak terkonfirmasi Covid 19 tetap bisa berjalan sebagaimana Biasa, hanya saja mereka tetap harus mematuhi protokol kesehatan," Tutup Mayor (TNI) Mulyono



Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.