DPC PPP Sumba Barat Usulkan Sistem Pelaporan Kematian Terintegrasi antara Dinas Kependudukan dan Rumah Sakit -->

DPC PPP Sumba Barat Usulkan Sistem Pelaporan Kematian Terintegrasi antara Dinas Kependudukan dan Rumah Sakit

Kamis, Juni 24, 2021

    Waukabubak.Rabu(23/06/2021). Sebagai upaya perbaikan kualitas data pemilih pada pemilu serentak tahun 2024, KPU Kabupaten Sumba Barat melaksanakan Rapat Koordinasi  Daftar Pemilih Berkelanjutan Tahun 2021 tingkat Sumba Barat bersama stakeholder. 

    Suasana Rapat Koordinasi Rekapitulasi Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan II oleh KPU Sumba Barat bersama Stakeholder

    Rapat koordinasi yang bertempat di Aula KPU Sumba Barat itu, dihadiri oleh Ketua Bawaslu bersama komisioner  lainnya, perwakilan Pengadilan Negeri, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,  perwakilaan Kapolres Sumba Barat,  RSUD Sumba Barat, RSU Lende Moripa dan sejumlah Pimpinan Partai Politik.

    Rapat ini dimaksudkan untuk mengoordinasikan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Dimana hasil  pemutakhiran data pemilih berkelanjutan  oleh KPU pada triwulan II tahun 2021 mengalami kenaikan jumlah pemilih dari DPT pada Pemilu Kepala Daerah tahun 2020 lalu.

    Daftar pemilih tetap pada Pemilukada tahun 2020 sejumlah 82 ribu lebih, sementara  rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan pada triwulan II tahun 2021  sebanyak 83.439, rinciannya, 42.160 pemilih laki-laki dan 41.279 pemilih perempuan.

    Ketua KPU Sumba Barat menjelaskan, dalam proses pemutakhiran data berkelanjutan, KPU Sumba Barat meminta masukan kepada masyarakat dan sekolah menengah atas, baik itu SMA, SMA atau Madrasah Aliyah (MA).

    Lebih lanjut Ketua KPU menjelaskan, masukan masyarakat sangat penting bagi produk data pemilih yang kualitas, harapannya, tidak ada daftar pemilih ganda dan pemilih yang telah meninggal dunia dan pemilih baru tidak terakomodir dalam DPT.

    Menanggapi proses pemutakhiran data, pimpinan sejumlah partai politik yang hadir berharap  Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah selesai sebelum 2024. Beberapa pimpinan politik mengetengahkan kasus orang yang telah meninggal dunia masih terdaftar sebagai pemilih, sejumlah pihak  berpotensi tinggi memanfaatkan hal ini dalam proses yang curang.

    Menyikapi harapan itu, Kepala Dinas Kependudukan dan catatan sipil menyampaikan bahwa, kesadaran masyarakat untuk melaporkan kematian anggota keluarganya masih rendah, termasuk untuk lapor diri keluar atau masuk Kabupaten Sumba Barat.

    Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sebagai aktor penting dalam penentuan akurasi data pemilih, berharap kerjasama masyarakat dan para pihak untuk meningkatkan kesadaran lapor diri keluar masuk Kabupaten Sumba Barat maupun melaporkan kematian keluarganya.

    Ketua KPU Sumba Barat Menyerahkan Hasil Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan II Tahun 2021 Kepada Sekretaris DPC PPP Sumba Barat


    Sementara itu, menyikapi rendahnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan data kematian, DPC PPP Sumba Barat mengusulkan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk membuat sistem catatan kematian terintegrasi secara elektronik bersama RSUD, RS Lende Moripa dan Puskesmas, sehingga surat keterangan meninggal yang dibuat di rumah sakit dan Puskesmas bisa langsung terlaporkan ke Dispenduk Capil, selanjutnya, sistem secara otomatis akan mengeluarkan surat keterangan kematian.