BMKG: Tsunami Tinggi 29 Meter Jawa Timur Bukan Untuk Menakut-nakuti

Badan Meteorologi Klatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut peringatan potensi Tsunami di pesisir Jawa Timur bukan untuk menakut-nakuti warga

Ilistrasi Tsunami

Menurut kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, peringatan itu agar warga waspada dengan skenario terburuk dalam upaya mitigasi

Daryono menyampaikan, hal itu menurutnya perlu dalam rangka mengurangi resiko secara konkret dan tepat.

Misalnya membangun tata ruang pantai aman, berbasis resiko, Rambu-rambu, jalur evakuasi, hingga tempat evakuasi.

"Karena memang wilayah kota rawan tsunami, ada catatan sejarah, bukan untuk nakut-nakuti" Ujar Daryono melansir dari CNN, Selasa (8/7/2021)
Tsunami Jepang pada 2011

Tsunami dan Gempa merupakan Potensi, Bukan peediksi


Lebih lanjut, Daryono menjelaskan jika tsunami masih akan berpotensi terjadi di jawa timur meskipun tidak di ketahui dengan pasti kapan terjadinya

Ia juga mengatakan, Gempa Bumi di atas magnitudo 7 dan tsunami hingga 29 meter di pesisir selatan Jawa Timur, hanya merupakan sebuh potensi.

"Itu Potensi, Bukan Predisksi" jelas Daryono

Daryono mengatakan, Potensi berbeda dengan predisksi. Dia menjelaskan, potensi merupakan hasil kajian BMKG terhadap sebuah peristiwa seperti gempa atau tsunami di sebuah wilayah

Dan potensi jelas Darmono, tidak bisa menentukan secara pasti waktu kejadian peristiwa itu.

Sedangkan prediksi, analisis bahaya di sebuah wilayah yang waktunya bisa di prediksi.

"Presiksi, ada bahaya, ada lokasinya dan kemungkinan kapan waktu terjadinya. mari kita pahami bersama dua kata ini," Pinta Daryono

Daryono kembali menegaskan, hasil kajian BMKG terkait tsunami atau gempa hanya merupakan potensi. Meski di ketahui waktunya, dia mengimgatkan, Hasil kajian bisa menjadi kenyataan.

"Tapi, itu intuk acuan mitigasi, bukan untuk nakiti masyarakat" tegas Daryono lagi

Di ketahui sebelumnya, BMKG memperingatkan potensi gempa bumi di atas magnitudo 7dan taunami mencapai 29 meter di pesisir selatan jawa timur

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, dari hasil analisis BMKG, sulururh pesisir selatan jatim? Berpotensi untuk di terhang tsunami apabila di terjang gempa besar

"Hasil analisis kami untuk wilayah jatim, seluruh pesisir itu potensinya, tinggi naksimim 26-29 meter di kabupaten Trenggalek, itu tinggi maksimum.

Waktu tiba tercepat 20-24 menit di kabupaten Blitar," Ujar Dwikorita dalam sebuah webiner, seperti melansir dari CNN Indonesia (9/6/2021)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.