Halaman Facebook

Usai Membunuh, Pelaku Duduk Santai Menatap Jasad Korban Sambil Meneguk Sebotol Air

Sakit Hati, Anak buah bunuh Bos di PT VDNI di kawasan Industri Marosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, polisi ungkap kelakuan aneh pelaku penusukan, hingga motif pembunuhan terungkap pada Jumat (21/5/2021)

Pelaku terlihat Santui di samping Jasad Korbannya dengan meneguk Air dalam Botol

PT. Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI)
adalah sebuah perusahaan Industri Smalter di kecamatan Marosi, sekitar 32 kilometer dari kota Kendari Ibu kota  Provinsi Sultra.

Warga di buat geger dengan pembunuhan yang lakukan seorang pekerja berinisial SD (29), terhadap Bosnya bernama Jufri (43)

SD sendiri bekerja sebagai Driver Truk menuduk Jufri yang merupakan kepala pengawasnya dengan menggunakan Badik hingga tewas.

Pemandangan tidak biasapun di lakukan S usai menikam Jufri hingga ambruk bersimpah darah kemudian meninggal dunia.

Dalam sebuah foto yang di unggah di media sosial, terlihat SD hanya duduk santai setelah membunuh korbannya.

Pelaku seperti begitu menikmati situasi di samping tubuh korban yang tergeletak kaku Sambil meneguk air dalam botol dengan tangan kanannya masih memegang Badik/golok.

Kapolsek Bondoala Iptu Kadek Sujayana membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan jika terduga pelaku telah di amankan paska kejadian penikaman

"Pelaku sudah di amankan di Polres Konawe, Nanti untuk (Keterangan) lebih lengkapnya ke kasat reskrim" Ujar Kadek pada (21/5/2021)

Ia melanjutkan, saat ini korban sudah di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk di lakukan penyelidikan lebih lanjut sebelum di kembalikan ke pihak keluarga.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort ( Reskrim Polres) Konawe, AKP Mochamad Jacub Nursagli Kamaru menjelaskan pembunuhan sadis tersebut.

Kasat Reskrim mengatakan penyebab pembunuhan yang di lakukan SD karena faktor sakit hati karena sering di marahi korban

"Spontan dia mengambil alat (Badik) untuk menganiaya Korban" Ujar Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Mochamad Jacub Nursagli, melansir dari Tribuntimur.Tribunnews

Akibat perbuatannya, pelaku di jerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

"Sementara kami sangkakan pasal 351 dan kami sangkakan juga pasal 338 tindak pidana pembunuhan" Lanjut Nursagli

Kronologi Kejadian

Peristiwa tersebut berawal saat Truk yang di kemudikan pelaku mengalami kerusakan dan Hendak di Servis.

Alih-alih memperbaiki kendaraan yang di bawanya, pelaku justru mengambil dan membawa kendaraan lain tanpa berkoordinasi dengan pengawas dan kepala pengawas Devisi DLA

Tingkah SD selanjutnya di ketahui Korban Jufri dan langsung memanggilnya melalui telpon untuk menghadap.

"Selanjutnya pelaku di tegur dan di marahi oleh Korban, atas jejadian tersebut, pelaku sempat meninggalkan area parkiran"  Ujar Nursagli

Area parkir itulah yang menjadi lokasi penusukan korban saat korban datang menghampiri korban.

Setelah pergi beberapa saat, Pelaku kembali dengan sebuah Badik yang di simpannya di bawah sadel kendaraannya

Sempat di hampiri korban namun kedatangannya itu seperti datang untuk meyerahkannnyawanya di tangan pelaku SD.

Setelah membunuh, SD tak lantas lari, ia kemudian mengambil sebuah bangku kecil dengan sebotol air lalu duduk dan menatap korban yang sudah tak benyawa dan bersimpah darah tersebut.