Tidak Setuju Label Teroris, Jendral Kopasus Ini, Memilih Langkah Persuasif Ketimbang Memburu KKB Dengan Brutal -->

Tidak Setuju Label Teroris, Jendral Kopasus Ini, Memilih Langkah Persuasif Ketimbang Memburu KKB Dengan Brutal

Patung Bernyawa
Minggu, Mei 02, 2021

    Tidak Semua TNI setuju dengan sebutan Teroris terhadap KKB Papua yang disematkan pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu.

    Sikap itu, salah satunya di tunjukan oleh Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang lebih memilih langkah persuasif ketimbang memeburu KKB dengan cara yang Brutal.

    Mayor Jendral TNI I Nyoman Cantiasa Pangdam XVIII Kasuari

    Bahkan I Nyoman menyebut KKB Papua adalah saudara karena mereka warga Negara Indonesia juga.

    Mantan Danjen Kopasus ini bukanlah orang sembarangan di tubuh TNI maupun Kopasus. Dia adalah lulusan terbaik Akademi Militer Tahun 1990

    Tercatat Ia pernah pernah menjalankan operasi militer di sejumlah Daerah di indonesia bahkan sampai ke luar Negeri.

    Pria kelahiran Buleleng, 26 Juni 1967 ini adalah seorang Prajurit dengan Spesialisasi Khusus penanggulangan Teroris (Gultor) dan Suspa Intel Analis

    Berikut Adalah Sikap Berbeda Yang di Tunjukan Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa di lansir dari Surya.co.id

    Alih-alih memburu anggota KKB yang telah di kabeli sebagai Teroris, Pangdam XVIII/Kusuari malah membuka komunikasi dengan sejumlah tokoh di Papua Barat.

    Iya mengatakan sebenarnya KKB itu adalah Saudara kita, sehingga harus di ajak kembali pangkuan NKRI dengan langkah-langkah Persiasif.

    Melalui mediasinya tersebut Mayjen I Nyoman Cantiasa meminta kepada tokoh-tokoh di papua untuk mengajak KKB kembali ke NKRI.

    "Mereka (KKB) adalah warga negara Indonesia, dan mereka sesungguhnya saudara. Sekarang bagaimana harus segera kita mengajak mereka dan melakukan langkah-langkah persuasif kepada mereka." Ujarnya pada Sabtu (1/4/2021)

    Ia juga mengatakan, Ajakannya di tujukan khususnya keoada putra-putra Daerah Papua. Menurutnya jika langkah Persyasif itu tidak di lakukan maka permasalah tidak akan pernah selesai.

    "Ini khusunya di tujukan kepada putra-putra Daerah, karena kakau (Ajakan) itu tidak di lakukan maka permasalahan tidak akan selesai" Ujar Nyoman

    Menurut Pangdam Papua Barat itu pembangunan disana akan cepat terwujud jika ada perdaian, kerukunan dan persatuan seluruh kelompok masyarakat.