Halaman Facebook

Sumardi Mengahibisi Nyawa Ketua RT di Depan Istri dan Anaknya, Hanya Karena Persoalan Sangat Sepele

Jatmiko mungkin tidak menyangka jika Khotbah yang Ia sampaikan saat Sholat Idil Fitri kemarin adalah penyebab dirinya di bunuh Sumardi dengan sebilah Parang Panjang 70 cm tanpa bekas kasian.

Korban Jatmiko, Saat di Ruangan Puskesman Rimbo Ulu

Ia mungkin tidak mengetahui jika tidak mengucapkan Do,a sebelum Khotbah saat Sholat yang tidak wajib di laksanakan tersebut membuat Pelaku Marah sampai merencakan pembunuhan.

Jatmiko, Bahkan sebelum meninggal, masih sempat Melindungi anak dan Istrinya dari amukan Sumardi yang sudah tidak terkontrol lagi.

Namun, Trauma tentu akan terus terjadi menimpa mereka Akibat perbuatan pelaku yang tidak berperikemanusiaan ini.

Kejadian tersebut terjadi Desa Sido Rukun, Kecamatan Rimbon Ulu, Kabupaten Tebo Provinsi Jambi pada (22/5/2021) sekitar Jam 16.30 WUV.

Anggota Kepolisian Polres Tebo bersama Polsek Rimbo Ulu langsung ke Lokasi dan mendapati Korban Jatmiko sudah tidak bernyawa lagi.

Pelaku Sumardi sendiri sebenarnya adalah Adik Ipar Korban secara kekeluargaan mereka sangat dekat, harusnya Sumardi Bisa Menegur Jatmiko dengan cara baik-baik ketimbang menbunuhnya.

Akan tetapi Sumardi lebih memilih jalan kekerasan ketimbang jalan Damai, padahal dia sendiri mengaku memperjuangkankan Rukun Islam tapi bertindak di luar perintah Islam dan Kitab Suci Al Qur An.

Respon Cepat Polisi Menangkap Pelaku

Menurut keterangan Kanit Reskrim Polres Tebo Ipda Maulana, pelaku berhasil di tangkap tanpa perlawanan dan barang bukti yang di amankan berupa Sebilah Parang ikut juga di aman

Pelaku  pembuhan Ketua RT Desa, Sido Ruku, (Sumardi)

Sementara itu, Dari hasil Interogasi awal pelaku mengaku menyimpan Dendam kepada korban. Pelaku mengaku, Korban telah mengubah Syariat Agama yakni menghilangkan Do,a sebelum Khotbah saat Idil Fitri.

"Motifnya kesal dan jengkel karena ketiadakannya Do,a sebelum Khotbah Solat Idil Fitri" ujar Kanit Reskrim Polres Tebo, Ipda Maulana

Menurut Maulana, Korban telah di Visum oleh puskesmas Rimbo Ulu dan  selanjut di serahkan ke pihak keluarga untuk di makamkan.

Pelaku kini Mendekam di Tahanan Polres Tebo dengan Tuntutan Hukuman Penjara seumur Hidup atau Mati karena di sangkakan melanggara Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan.