Sindir Lagi!! Benny K Harman: "Pemerintahan Jokowi Boleh Korupsi Demi Kemajuan -->

Sindir Lagi!! Benny K Harman: "Pemerintahan Jokowi Boleh Korupsi Demi Kemajuan

Patung Bernyawa
Selasa, Mei 04, 2021

    Politisi Demokrat Benny K Harman di kenal sebagai satu-satunya Politisi di NTT yang sering menyindir Pemerintahan Jokowi dengan segala Hujatannya.

    Sikapnya ini, berbanding terbalik dengan tipikal Masyarakat NTT yang merupakan 92% mayoritas pemilih Jokowi.
    AHY dan BKH

    Mungkin karena posisi partainya yang tidak jelas sebagai oposisi atau Netral sehingga dia tidak punya kepentingan untuk melihat pembangunan pemerintah Jokowi dari kacamata positif.

    Padahal jika kita membandingkan Antara BKH dengan Fadli Zon yang juga sama-sama penyinyir di Negeri ini, maka Fadli Zon jauh lebih baik karena salalu sejalan dengan pikiran pemilihnya.

    Setidaknya, Meski kedua DPR RI ini tidak punya prestasi untuk bangsa dan negara, tapi Fadli Zon memiliki prestasi untuk pemilihnya dengan membela FPI sementara BHK?

    Fadli Zon tidak sejalan dengan partainya yang memilih bergabung dengan pemerintah, karena pemilih yang dia hadapi adalah pemilih Kubu yang bersebrangan dengan pemerintah juga pemilih simpatisan FPI yang jelas memiliki simpati besar terhadap Ormas terlarang tersebut di Dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor)

    Namun bagaimana dengan BKH untuk NTT? saat Masyarakat Sumba Barat dan Maumere, Sikka antusias menyambut Jokowi. BKH malah asyik menari di twitter dengan Umpatan-umpatan yang menyudutkan sang Presiden bahkan dia telihat seperti membela Tokoh FPI Habib Rizieq yang merupakan Ormas yang paling di benci Rakyat NTT.

    Betul saat bencana, beliau sempat memberikan Bantuan, namun menurut penulis itu adalah bantuan Politik yang tidak ubahnya seperti Sponsor Produk karena selalu membawa serta Spanduk pemberian Bantuan kemana-mana untuk Dokumentasi atau untuk menunjukan kepada rakyat bahwa Potisi Kritis kita di senayan juga ikut persimpati terhadap bencana NTT.

    Berikut adalah kutipan Nyinyiran BKH yang Kami Ambil Dari Rekaman Layar di Twitter

    Seperti umumnya politisi, seharusnya BKH berada bersama rakyat, bukan bersama Partainya. namun kenyataan terlihat justru berbanding terbalik.

    Beginilah tanggapan BKH atas pernyataan Mahfud MD yang meminta masyarakat jangan kecewa atau pesimis dengan kejadian banyaknya pejabat yang di tangkap karena korupsi

    Dalam pernyataan itu kira-kira intinya adalah "indonesia ini kaya, namun koruptornya juga masih banyak. Pemerintah tetap berupaya menekan itu semua."

    Namun pidato Mahfud MD itu justru di terjemahkan dari sudut pandang berbeda oleh BKH tanpa ada sedikitpun prasangka baik di dalamnya.

    BKH mengatakan, Pemerintahan jokowi di akui korup oleh pemerintah sendiri. Bahkan menurutnya korup boleh di lakukan demi kemajuan.

    "Mahfud MD minta masyarakat tak sepenuhnya kecewa ke pemerintah yang koruptif. Pesan mahfud ini bermakna;1, pemerintah Era jokowi ini di akui korup; 2, meski korup jangan kecewa karena banyak juga kemajuan yang di capai;3, demi kemajuan boleh korupsi." Tulis BKH (2/4/2021)

    Tangkapan layar dari Twitter

    Cuitan-cuitannya mungkin jarang di baca rakyat NTT yang kebanyakan menggunakan Facebook daripada Twitter tapi sikapnya yang sering menyudutkan pemerintah  menunjukan bahwa BKH bukan DPR yang memperjuangkan Nasib Rakyat NTT tapi memperjuangkan Nasib Para Kadrun.

    Penulis tidak bisa menampik, kemungkinan adanya Cuitan di Twitter BKH yang menulis tentang meperjuangkan Nasib Rakayat NTT atau memberi saran tentang apa yang di butuhkan Rakyat NTT.

    tapi lagi-lagi tangan anda mungkin akan keburu lelah untuk mencari (Skrol) postingannya atau kata-kata seperti itu di Beranda BKH.

    Terbaru BKH menulis, tentang dua kelompok di indonesia, 1 Kelompok membela Rezim yang jelas-jelas Gagal dan Korup

    Kelompok ke-2 tulisnya, adalah Cendikiawan yang suka mempersoalkan dan menetang Rezim yang korup karena merusak masa depan bangsa.

    "Hii, di Zaman now ada dua kelompok cendikiawan. Ke-1, yang mati2an membela dn mempertahankan rezim yang jelas2 gagal dan korup karena hidup dari situ; Ke-2 cendikiawan yang suka mempersoalkan dan menantang rezim yang korup karena merusak masa depan bangsa. Anda masuk yang mana?


    Tulisan ini Boleh dong penulis menerjemahkan sesuka hati bahwa jelas artinya adalah 92% masyarakat NTT yang memilih Jokowi 2019 ada di kelompok yang pertama.
    Kelompok yang menurut BKH adalah cendikiawan yang membela rezim gagal dan korup karena hidup dari sana.