Senang Dapat Bantuan Rumah Dari Dana Desa, Setelah Bangun Ternyata Hanya Bebak Kayu -->

Senang Dapat Bantuan Rumah Dari Dana Desa, Setelah Bangun Ternyata Hanya Bebak Kayu

Patung Bernyawa
Minggu, Mei 09, 2021

    Siapapun pasti akan sangat senang saat mendengar akan mendapatkan Bantuan dari Dana Desa (DD) terlebih bantuan itu di berikan pada orang sangat memebutuhkan.

    Salah satu Rumah Bantuan

    Namun apa jadinya jika bantuan yang datang adalah bantuan Rumah seperti pada gambar Tumbnail Foto di bawah ini?

    Tentu akan munimbulkan rasa kecewa dan kesal terhadap pemerintah Desa yang memberikan bantuan apalagi bantuan yang di berikan tidak maksimal

    Karena bahan bangunan yang di bangun kekurangan material sehingga memaksa penerima bantuan untuk mengeluarkan uang sendiri untuk menutupi kekurangan



    Kejadian ini terjadi di salah satu Desa di NTT, tepatnya di Desa Oni, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Nusa Tenggara Timur (NTT)

    Penerima manfaat Bantuan Rumah bernama Mondis Toni dengan raut muka yang terlihat kecewa menceritakan Bantuan Layak Huni yang di terimanya justrubtidak layak huni.

    Dia mengungkapkan jika bantuan yang Ia terima belum bisa mencukupi untuk membangun satu rumah yang utuh.



    Pasalnya selain Rumah yang di bangun terbuat dari dinding Bebak, terdapat beberapa Bahan material yang harus dia beli sendiri.

    "Kami tambah seng dari uang pribadi, Seng 11 lembar" ujar Toni kepada wartawan melansir dari Corp News (9/5/2021)

    Toni menambahkan jika hujan datang, Rumahnya kerap di masuki air hujan karena sudut rumah bagian atas belum di tutupi



    "Kalau pas hujan, kami tidak nyaman dalam rumah karena kemasukan Air hujan dari dua sudut rumah" Tambahnya

    Pada tempat yang berbeda, Seorang warga yang juga menerima bantuan rumah dari DD ini mengeluhkan Hal yang hampir sama.



    Penerima Bantuan DD di Desa Oni, TTS-NTT


    Seorang warga bernama Yohanes Ano, Penduduk RT.10/RW.05 Desa Oni, Kecamatan Kualin mengatakan dia harus menmbah Zeng sebanyak 8 lembar dan paku 5 cm sebanyak 2 kg untuk merampungkan rumahnya.

    "Saya tambah zeng untuk atap 8 lembar dan paku 5 cm, 2 Kg sementara tutup samping atas pun tidak ada jelas Yohanes

    Sementara itu Kepala Desa Oni Charle R.Y Hauteas,SE membenarkan jenis bantuan yang di berikan kepada warga desanya.



    Dia mengatakan jika Bantuan yang di berikan sebanyak 4 Unit Rumah dengan masing-masing rumahnya mendapatkan anggara sebesar Rp. 50 juta.

    "Benar, per unit rumah besaran biayanya Rp. 50.000.000 dari 4 unit rumah denhan total anggaran Dana Desa TA. 2019 Rp. 200.000.000" ujar Charles


    Rumah Dari Bebak Kayu Sudah Sesuai RAB?

    Dana sebesar 50 Juta Bagi developer perumah yang penulis sering geliti sebagai profesi, hanya kurang 15 juta bisa bangun Rumah tembok Type 36 dengan 2 kamar, 5 pintu kayu, Atap Multiroof dan plafon.

    Namun apa yang terjadi di Desa Oni ini adalah sesuatu yang perlu di audit kembali tentang penggunaan anggaran yang di gunakan.



    Padahal Kapala Desa Oni, Charle R.Y Hauteas mengatakan kepada Awak media bahwa pembangunan 4 unit Rumah tersebut sudah sesuai RAB

    Dia menjelaskan jika penggunaan anggaran sudah sesuai dengan Yang anggarkan Perancang Teknik Desa.

    "Saya gunakan anggaran sesuai rancangan teknik desa yang di susun oleh Simus T M Tlonaen, karena itu ruangnya orang Teknik" ujar Charles



    Meskipun menurut Kades desa Oni mengatakan Penggunaan anggaran sudah sesuai RAB dan Rancangan dari Teknis namun seorang warga penerima bantuan mengatakan anggaran yang di berikan tidak sesuai (tidak Sampai 50 juta).

    "Sangat tidak masuk akal dana sebesar itu (hanya mendapatkan) rumah dinding bebak, berdaun pintu zeng licin, ini tidak normal dan di duga ada mark up (penggelembungan) harga bahan bangunan

    Sampai warga tambah bahan bangunan lagi dan ada indikasi korupsi" Ungkap Seorang Warga bernama Aleksander Bassie



    Artiker ini sudah di Upload di Corps News tanggal 9 Maret 2021.

    Kami menguploadnya kembali untuk menekan proses penggunaan DD agar kebih transparan dan tidak di tutup tutupi.