Halaman Facebook

Santai Menunggu Camat di Ruangan, Yang Masuk Justru KPK. Karir Bupati Ngajuk Berahir

Karir Politik Bupati mudah terkaya di indonesia harus berahir karena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Minggu (9/5/2021) kemarin.

Bupati Kabupaten Nganjuk Novi Rahman Hidayat

Penangkapan Bupati Nganjuk terbilang Dramastis, pasalnya, pagi sebelum penangkapan Bupati Muda Bernama Novi Rahman Hidayat ini, masih menjalankan Tugasnya sebagai Orang Nomor satu di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur.

Bupati mudah dan kaya raya itu di ketahui sejak minggu pagi sedang sibuk dengan Shooting Film dengan Tema Wisata Seni dan Budaya di halaman pendopo kabupaten Nganjuk

Bupati Novi memang tengah gencar-gencarnya promosikan Wisata di Kabupaten Nganjuk.

Namun produksi filmnya mungkin akan terhenti karena harus berurusan dengan KPK, Urusan yang kita ketahui sampai saat ini, belum ada yang pernah lolos dari hantu yang bernama OTT ini.

Ataukah Produksi Film akan tetap berlanjut dengan peran pengganti akan tetapi Film tentu tidak menarik lagi karena pemeran utamanya kini sudah mendekap dalam jeruji besi, sebagai tahanan KPK

Kronologi Penangkapan Bupati Nganjuk

KPK sepertinya sudah lama mengawasi aktivitas dan gerak gerik Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat.

Sebab, di ketahui setelah Shooting siang harinya sampai menjelang Sore, Novi yang berada di rumah Dianasnya di pringitan, tampak terlihat sedang menunggu tamu yang datang.

Setelah menunggu beberapa saat, Tamu yang di tunggupun datang, Tamu itu adalah Seorang Camat dan Lurah.

Di ketahui camat dan lurah tersebut akan mengantar uang sebanyak 700 juta kepada Bapak Bupati Novi Rahman Hidayat

Namun bukan hanya Camat dan Lurah, yang ikut masuk justru malah dua orang tak di kenal.

Belakangan di ketahui mereka adalah Anggota KPK dan Bareskrim Polri, yang Seketika langsung menangkap Novi Rahman Hidayat bersama Barang Bukti Uang sebanyak Rp 700 Juta.


Bupati Novi Rahman Hidayat Sedang menyampaikan Pidato, Sumber Google

Wakil ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan kejadian OTT di Rumdin Ngajuk tersebut, Nurul mengungkapkan bahwa kasus yang menjerat Bupati Nganjuk adalah Kasus Jual Beli Jabatan.

"Di duga begitu (Jual Beli Jabatan red)" ujar Nuruh saat di Konfrimasi senin (10/5/2021) melalui pesan singkat.

Hal itu juga di tegaskan kembali oleh Juru Bicara KPK Ali Fikri. Dia mengaku Operasi Tangkap Tangan di nganjuk pihaknya tidak sendiri.

"Kegiatan Tangkap Tangan di wilayah Jawa Timur ini, merupakan Sinergi antara KPK dan Diretorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri". Ujar Ali melalui pesan tertulis usai di konfirmasi pada, Senin (10/5/2021)

Ali menambah, Pihaknya Mensuport penuh Penyelidikan Tim Barskrim Polri sejak april lalu. Atas dugaan TPK (Tindak Pidana Korupsi) penerima sejumlah uang untuk mengurus promosi jabatan di lingkungan Penkab Nganjuk

Selain Bupati, Ungkap Jubir KPK ini terdapat 9 orang lainnya yang juga ikut di amankan dari praktek Jual beli jabatan tersebut

"Informasi yang kami terima sejauh ini, Tim gabungan telah melakukan permintaan keterangan atas dukungan jajaran polres Nganjuk terhadap sekitar 10 orang yang di amankan, di antaranya Kepala Daerah dan Beberap ASN di Penkab Nganjuk" Tutup Ali