Korupsi Dana Desa 2.1 M, Kades Tidak Punya Harta, Hanya Ada Obat Kuat, Jaksa: Tidak Mungkin Kami Lelang Obat Kuat -->

Korupsi Dana Desa 2.1 M, Kades Tidak Punya Harta, Hanya Ada Obat Kuat, Jaksa: Tidak Mungkin Kami Lelang Obat Kuat

Patung Bernyawa
Jumat, Mei 14, 2021

    Warga Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mungkin tidak akan mengira jika Pemegang Rekor Korupsi Dana Desa (DD) terbesar sepanjang sejarah  indonesia berasal dari tempatnya.

    Kades Botof, Primus Neno Olin saat di tangkap Kejari TTU

    Bagaimana tidak, seorang kepala Desa Botof, Kecamatan Insana-TTU Bernama Primus Neno Olin berhasil mencatatkan Rekor Tertinggi sebagai Kepala Desa Terkorup.

    Tak tangung-tanggung, DD yang berhasil Ia gelapkan sebanyak Rp. 2.1 Miliar selama rentan waktu 2017 hingga 2020, dari Total semua Dana Desa yang di kelola sebanyak Rp. 4.175.000.000

    Modus Kades dalam Memplintir Uang Negara ini sebenarnya Cukup populer di telinga masyarakat luas yakni dengan cara "Pinjaman Pribadi"

    Namun entah kenapa setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU melakukan pengeledahan di Rumah Kades, mereka hanya menemukan Botol-Botol Obat Kuat.

    Menurut Kepala Kejari, Tidak ada harta yang berharga Apapun selain Obat Kuat yang mereka temukan di rumah sang Kades.

    Alur Cerita perjalanan Korupsi Kepala Desa Prikus Neno Olin

    Kasus ini di ketahui setelah pihak Kejari TTU melakukan pemeriksaan terhadap Buku catatan Bendara.

    Robert Jimmy Lambila, SH menerangkan, bagaimana cara Pak Kades bisa menjadintersangka Kasus Korupsi yang Melampaui Penerimaan DD dalam Periode 1 tahun."Ilustrasinya begini.

    "Ilustrasinya Begini. harin ini Kades Botof Pinjam Uang di Bendahara 5 juta, besoknya lagi 15 juta, lusa pinjam lagi 30 juta dan seterusnya" Ujar Jimmy

    Jimmy menjelaskan Kades tidak menyadari jika pinjaman yang di lakukannya sudah mencapai 1 Miliar lebih

    "Tidak sadar, sudah tiga tahun total pinjaman sudah membengkak jadi Rp.1.1 Miliar." jelas Jimmy dalam Ruang kerjanya (11/5/2021)

    Menurut pengakuan tersangka, Uang sebanyak 2,1 Miliar yang dia pinjam dari bendahara di gunakan untuk bersenang-senang.

    "Ya untuk berfoya-foya. Bersenang-senang. Pergi bersenang-senang ke kota Atambua" jelas Kepala Kakari TTU kepada wartawan, mengutip dari Halaman Sembilan Jumat (14/5/2021).

    Lebih Lanjut, Jimmy menjeaskan, pada umumnya Kades di TTU rata-rata menggunakan uang Korupsi dana Desa untuk berfoya-foya.

    Namun untuk Kasus Kades Botof Terang Jimmy, Tim Kejaksaan tidak menemukan apapun saat penggeledahan di Rimah Kades Primus Neno Olin

    "Saat menggeledah Rumah Kades Botof, Tim kejaksaan cuma menemukan beberapa Botol Obat Kuat. Kan tidak mungkin Barang bukti obat kuat itu kami lelang ke publik untuk mengganti kerugian Negara Toh"? Tutur Jimmy sambil tertawa.

    Meski hanya menemukan Obat Kuat, Tim Kejari TTU tetap mendalami Kasus kerugian negara tersebut untuk mengungkap lebih dalam lagi tentang penggunaan anggara yang terlampau besar tersebut.