Polisi Kembali Menangkap 50 Orang di Kampung Ambon, Sita Sajam Hingga Pistol

Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan di Negeri ini, saatnya kita berlomba beradu ide dan gagasan, Taktik dan strategi, Serta Tampil Terampil dan kreatif.

Polisi Menggrebek Kampung Ambon di Jakarta Barat

Dunia sudah semakin maju, mulailah melangkah kedepan, tinggalkan paradikma tentang yang Berbadan dan berotot besar akan menjadi pemenang.

Yang penampilannya compang camping penuh tato adalah yang paling kejam dan menakutkan.

Jika itu masih ada dalam prinsip hidupmu, maka engkau masih tidak percaya seorang Irfan Gunawan yang berbadan Besar, Penuh Tato, Bengis serta Berewokan tapi bekerja sebagai Artis Tata Busana dan Tata Rias.

Bagitulah kira-kira langkah yang harus di tempuh para prememan tercinta kita di jakarta, kususnya mereka yang sering di pakai jasanya oleh pejabat-pejabat yang berduit.

Bukan Rahasia lagi jika kebanyakan dari mereka itu adalah saudara kita sesama indonesia Timur. Mulai dari Ambon, Papua, NTT, NTB, dan sebagian kecil Bali.

Kembali, pollisi mengamankan 50 Orang di kampung Ambon, Cengkareng Jakarta Barat terkait penggunaan Narkoba.

Dalam penggrebekan itu, polisi menggerakan hingga 555 personil lengkap juga berhasil mengamankan barang bukti yang terkait penggeledahan.

Kapolres Metro Jaya Barat Kombes Ady Wibowo mengatakan Barang bukti yang di temukan polisi antara lain, senjata Tajam, Mercon roket, Pistol rakitan Dll.

"Kita sudah mengamankan beberapa Temuan, ini kita data sekitar ada 50 orang kita amankan" Ujar Ady

Barang Bukti yang berhasil di Amankan Petugas

Terlihat dari foto-foto barang bukti yang di amankan Senjata Tajam dari berbagai jenis seperti Pedang, Parang, dan Celurit

Sementara untuk Pistol, polisi menemukan pistol rakitan dari berbagai jenis yang tidak memiliki surat kepemilikan. Selain itu, Polisi juga menemukan Mercon Roket.

Tidak adanya perlawanan saat penangkapan membuat polisi tidak mengeluarkan tembakan seperti yang biasa di lakukan. (Betis dan Tima Panas)

Polisi sebanyak 555 orang tersebut praktis tidak mendapatkan perlawanan dari sekelompk preman di kampun Ambon saat melakukan penggrebekan dan penggledahan

"Rata-rata mereka tidak melakukan perlawanan" Ujar Ady Wibowo
"Tidak ada (yang di tembak) karena dari upaya paksa yang kita lakukan tidak ada yang melakukan Hal-hal yang membahayakan Masyarakat dan Petugas" Tutur Ady Wibowo lagi


Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.