Perawat Berani Lawan Jambret, Terjadi Aksi Tarik Menarik Hingga Tukaran Motor

Seorang penjambret bernama Kamaluddin Alias Black (24), warga jalan lingkar, Nunukan Kalimantan Utara tidak menduga jika aksi bagalnya bakal mendapat perlawan sengit dari calon korbannya Iin Nurul Istiqomah (27) seorang tenaga kesehatan di RSUD Nunukan.

Pelaku Jambret di Nunukan Kalimantan Utara

Iin dengan segenap tenaga mempertahankan Tas miliknya hingga terjatuh dari sepeda motor karena kuatnya tarikan si Kambret.

Beruntung aksi tarik menarik yang di seratai jeritan minta tolong Tersebut berhasil di menangkan Iin.

Kabag Humas Polres Nunukan AKP Muhammad Karyadi mengungkapkan, peristiwa seperti di film-film laga itu terjadi di jalan Dewa Sedadap, Nunukan Selatan, sekitar pukul 22.00 WITA.

" pelaku merupakan eks TKI yang di deportasi Tawau Malaysia ke Nunukan Maret 2021. Selama di Nunukan, pelaku bekerja serabutan dan tidak memiliki tempat tinggal yang tetap" Ujar Kabag Karyadi (3/5/2021)

Karyadi menuturkan, kronologi kejadian bermula ketika Korban dalam perjalan sepulang dari tempat kerja menggunakan sepeda motor jenis Beat sendirian dari RSUD Nunukan menuju Tanjung Harapan

Saat melintas di jalan Ujung Dewa Sedadap, tiba-tiba korban di klason seorang laki-laki yang juga mengendarai sepeda motor.

Saat berhenti, Laki-laki alias pelaku tersebut berpura-pura menanyakan alamat Korban. Tak lama berselang Tas yang di kalungkan korban ke lehernya di tarik paksa oleh palaku.

Ahirnya terjadilah tarik menarik sampai keduanya terjatuh. Karena korban berterik minta tolong, pelakupun panik dan merampas tas serta membawa kabur motor korban.

"Korban berteriak-teriak minta tolong, itu membuat pelaku panik dan merampas tas dan melarikan diri menggunakan sepeda motor korban. Pelaku meninggalkan motornya, jadinya tukaran motor" Ujar karyadi.

Polisi yang mendapat laporan kejadian tersebut langsung melakukan penyelidikan dan mencari pelaku.

Sempat di ketahui lokasi persembunyian pelaku, namun sayang pelaku berhasil melarikan diri saat penyergapan oleh petugas.

Setelah di lakukan penyelidikan secara insentif ahir pelaku berhasil di bekuk dengan denhan tuntutan kurungan paling lama selama 9 tahun.

"Pelaku dan barang bukti kami bawa ke Mako Polres Nunukan guna penyidikan. Kita jerat dengan pasal 365 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman kurungan pling lama 9 tahun" Lanjut Karyadi

Di ketahui pelaku sudah 4 kali masuk penjara di Malaysia. Terahir kali dia di hukum 6 Tahun penjara dalam perkara penganiayaan Berat.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.