Pengamat: Sulit Jika Sikap Pemerintah Daerah di Papua Tidak Sejalan Dengan Pusat Terkait KKB -->

Pengamat: Sulit Jika Sikap Pemerintah Daerah di Papua Tidak Sejalan Dengan Pusat Terkait KKB

Patung Bernyawa
Sabtu, Mei 08, 2021

    Pro dan Kontra pasca penetapan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua masih menyisahkan perdebatan panjang tak berujung.

    Gambar Ilustrasi KKB Papuan

    Meskipun pemerintah telah menetapkan KKB sebagai Organisasi Teoris namun sejumlah kepala Daerah di Papua masih terjadi Pro dan Kontra.

    Pro dan Kontra itulah yang akan membuat semangat KKB semakin berkobar untuk melakukan perlawanan kepada Aparat dengan dukungan masyarakat yang Luas.

    Terkini, Kelompok yang di pimpin oleh Lerrymayu menyerang salah satu kapolsek di Distrik Ilaga dan membakar salah satu rumah warga disana

    Tentu KKB, mengetahui siapa yang mereka serang dan rumah siapa yang mereka Bakar, karena sejauh ini KKB belum pernah menyerang Warga secara membabi buta dan membakar semua rumah penduduk.

    Pengamat Teroris dari Community Of Ideological Islamic Analist Harits Abu Ulya menjelaskan Polemik di Papua susah di hentikan jika masih ada pejabat Daerah yang mendukung Gerakan KKB Papua.

    Ia mengatakan Pejabat Daerah di Papua tidak sejalan dengan pemerintah pusat terkait penangan Kekerasan yang buat KKB di Daerah itu.

    "Sikap politik pejabat Daerah di Papua, tidak Inheren dengan keputusan pemerintah pusat. Ini akan menjadi kendala tersendiri" Ujar Harits (7/5/2021)

    Haruts menyoroti komentar beberapa Pejabat Pemerintah Daerah di papua setelah pemerintah meresmikan KKB papua sebagai Teroris.

    Sarankan Rekrut Banser NU, Untuk Ap? Mau di Jadikan Umpan Untuk KKB?

    Latihan Banser NU.
    Pengamat Teroris Harits Abu Ulya tidak hanya menyoroti sikap sejumlah pejabat Daerah di papua yang tidak mendukung penyebutan KKB sebagai Teroris.

    Harits juga memberi saran kepada TNI-Polri khususnya Densus 88 yang kesusahan memburu KKB karena berbaur dengan masyarakat untuk merekrut Ormas atau sipil.

    Menurutnya sipil dapat membantu membantu aparat dan Densus 88 untuk melawan KKB Papua

    "Dan kita dukung Densus 88 Segera bergerak kalau perlu atau butuh bantuan TNI ya, segera koordinasikan. Ataua perlu relawan sipil,? Ada Banser NU siap membantu Demi NKRI" ujarnya

    Seperti di ketahui, BANSER NU memnag di kenal sebagai salah satu ormas yang sering mengatakan akan menjaga NKRI, namun apakah mereka bisa melawan KKB yang memakai senjata Api?

    Ataukah apa yang di katakan Harits ini untuk mengadu Domba Sipil dengan Saparatis?

    Bisa jadi mungkin Banser bisa melawan KKB seperti yang pernah mereka lakukan dulu saat menumpas PKI.

    Pertanyaanya sekarang adalah payung Hukumnya bagaimana? jangankan Banser, TNI saja masih di pertanyakan Payung Hukumnya untuk ikut menumpas Organisasi Teroris di Papua. Apalagi Banser?