Papua Terancam Bangrut Karena Korupsi, Mahfud MD Tahu Itu, Terus Kenapa Malah Buang Anggaran Basmi KKB?

Ada sekitar 10 Kasus Korupsi Besar yang terjadi di Papua Saat ini menurut Laporan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dan Badan Intelijan Negara (BIN).

Kasus Korupsi di Papuan Semakin Menjadi-jadi di tengah penekan hukum terhadap KKB yang juga membuang Anggaran Besar

Anehnya 10 kasus Mega Korupsi ini belum di ungkap ke Publik padahal pemerintah mengetahuinya sudah lama.

Kasus ini di ungkap sendiri oleh Menteri Kordinator Bidang Politik dan Hak Asasi Manusia ( Menko Polhukam) Mahfud MD di tengah kisruh kelompok Teroris TPNPB-OPM yang banyak di bantu orang dalam Papua sendiri.

Mahfud menegaskan akan melakukan penindakan hukum terhadap 10 kasus Korupsi yang di ketahui akan membuat Papua Bangkrut tersebut.

"Kita sudah punya 10 kasus Korupsi besar, yang juga ininakan di lakukan penegakan hukum terhadap mereka" Ujar Mahfud MD dalam Konfrensi Pers (19/5/2021)

Temuan itu menurut Mahfud di dapat dari hasil laporan Badan Peneriksaan Keuangan (BPK) dan Badan Intelijen Negara (BIN)

"Kita sekarang sudah menentukan 10 korupsi terbesar, baik laporan BPK maupun hasil Temuan BIN" Ujar Mahfud MD

Namun disisi lain pemerintah juga harus membuang anggara Besar untuk mengatasi gangguan Kelompok Teroris di Papua.

Sehingga yang terjadi adalah Uang Negara di Curi Oleh Pejabat. Sementara Negara belum bisa melakukan penindakan malah harus mengeluarkan anggaran Besar lagi untuk membasmi KKB.

Lebih lanjut Mahfud mengatakan, saat ini pemerintah telah mengantongi nama Teroris di papua yang akan di Buru.

"Kita akan memburu para Teroris. Bukan organisasi Papua tapi orang-orang papua yang melakukan Teror, by Bame, ada nama-nama, yang di sebut, bukan sembarang orang papua" lanjut Mahfud

Polri Menyebut, Anggota KKB yang Militan Tersisa Sekitar 150 Orang

Kombes Pol. Ahmad Ramadhan

Polri mencatat, setidaknya ada sekitar 150 anggota KKB yang tersisa saat ini di Papua.

Hal itu di sampaikan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan.

Menurutnya, jumlah itu adalah mereka-mereka yang tergolong sebagai anggota Militan kelompok Kriminal Bersenjata KKB.

"Kurang lebih anggota KKB itu 150 orang yang militan. Namun simpatisannya kami belum mengetahui, jumlahnya seberapa" Ujar Ramadhan

Menurutnya pihak di klasifikasikan sebagai anggota KKB ialah mereka yang melakukan penyerangan menggunakan senjata Api

Mendengar apa yang di katakan Polri ini, tentang mengklasifikasi Anggota KKB yang bersenjata Api dan tidak buktinya Kelompok kriminal di sana masih bisa membunuh meski hanya dengan senjata Tajam

Seperti kejadian kemarin, yang menewaskan 2 Anggota TNI dan melukai 5 prajurit lainnya menjadi perkerjaan rumah tersendiri untuk pemerintah saat ini.

Pertanyaan saat ini adalah, Masih pantaskan Negara mebuang membuang begitu banyak anggaran di Papua hanya untuk di curi dan mengerjar teroris yang hany segelintir orang itu.?

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.