Ciut Dengan Serangan Mematikan Satuan Elit TNI, OPM Mulai Sebar Propaganda

Intensitas jumlah Pasukan Gabungan TNI-Polri di Distrik Ilaga Kabupaten Puncak Papua yang terus bertambah dan semakin beringas rupanya membuat Kelompok Teroris TPNPB-OPM tidak bisa duduk nyaman.
Sebby Sambom Tuding TNI-Polri Menembakkan
40 Roket di Ilaga

Beberapa markas mereka di laporkan sudah di kuasai pihak TNI-Polri bahkan peta pergerakan, Jumlah pasukan dan alat tempur kelompok Teroris yang sering memalak warga untuk memberikan dana dan bantuan logistik ini sudah di kantongi Pihak TNI-Polri

Praktis hanya medan barat yang menghambat pasukan gabungan TNI-Polri saat ini untuk melucuti mereka satu demi satu.

Melihat kenyataan yang terjadi, dan dari beberapa insiden kontak tembak yang sangat merugikan pihak TPNPB-OPM dalam beberapa hari terahir, ahirnya jurus Hoax terpaksa di pakai kembali.

Jurus yang tidak pernah mendapat simpati dari Dunia internasional itu kembali di lempar ke media sosial oleh TPNPB-OPM dengan harapan setidaknya masyarakat papua dapat bersimpati 

Karena secara logika, mendegar ada 40 Roket TNI membombardir satu Distrik menurut pandangan publik nasional apalagi internasional hanya akan menjadi bahan tertawaan.

TPNPB-OPM menyebut TNI telah menembakkan 40 Roket hingga mengenai rumah Warga.

Puing Hellikopter TNI yang hilang di Papua

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menyampaikan jika TNI-Polri telah membombardir Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak Papua.

Dalam keterangan tertulisnya, Sebby menyebutkan penyerangan tersebut di lakukan TNI dengan menggunakan 3 Hellikopter angkatan udara

"Pasukan TNI-Polri dengan kekuatan penuh di lengkapi pasukan khusus yang dinamakan pasukan Setan menyerang perkampungan penduduk lokal di Ilaga" Tulis Sebby, Melansir CNN (17/5/2021)

Sebby juga menyebutkan TNI-Polri juga turut melepaskan 40 kali serangan Bom roket ke sejumlah markas TPNPB-OPM.

Dia mengungkapkan, serangan itu Termasuk ke sejumlah rumah Honai milik warga yang mengakibatkan kerusakan cukup parah.

"Ratusan warga sudah mengungsi ke tempat yang aman, sementara pasukan TPNPB-OPM belum ada yang kena korban nyawa dari ancaman maut tersebu" lanjut Sebby

TNI Tanggapi Tudingan TPNPB-OPM sebagai Berita Bohong

Menanggapi tuduhan Sebby Sambom, Kapen Kogabwilham III Kolonel Czi IGN Suriastawa membantah kabar tersebut dan mengatakan apa yang di sampaikan Sebby Sambom tidak benar.

"Sudah biasa itu, TPNPB NEWS buat berita bohong. Kita semua tahu siapa mereka itu, tidak usah di tanggapi, buang-buang waktu saja" Ujar Suriastawa

Sementara itu Hal senada di sampaikan Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes Iqbal Al-Qudussy mengatakan Pihak TNI tidak pernah melakukan pembakaran terhadap Wilayah perkampungan Warga.

Dia menyampaikan pihak yang sering melakukan Hal tersebut justru berasal dari Pihak KKB atau TPNPB-OPM.

"TNI-Polri tidak pernah membakar kampungan. Dari Beoga samapi dengan ilaga yang membakar perumahan guru sekolah adalah KKB" Ujar Iqbal

Dia menambahkan semua yang di samapaikan Sebby Sambom adalah sebuah kebohongan.

"Semua yang di sampaikan (Sebby Sambom) adalah kebohongan" lanjut Iqbal

Panglima TPNPB-OPM Thitus Murib Kwalik Sebar Video Propaganda Setalah Markasnya di Kepung TNI

Thitus Murib Kwalik dalam sebuah bideo Propaganda untuk mengajak rakayat papua bersatu melawan TNI-Polri

Panglima tertinggi Komando Militer Daerah III (Kodap) TPNPB-OPM Thitus Murib Kwalik mengeluarkan Video Propaganda usai wilayahnya menjadi sasaran penyisiran pasungan Gabungan TNI-Polri.

Dalam video berdurasi 44 detik tersebut Thitus memberikan himbauan agar semua Kodap di setiap wilayah terus melakukan perlawan dan jangan hanya menonton saja

Dia juga memerintahkan kepada Kodap-kodap agar tetap mempertahankan Pos-pos yang masih terdapat pasukan TPNPB-OPM.

"Kami mengehadapi musuh kita dan perang ini untuk merebut hak-hak rakyat Papua" ujar Thutus dalam Video

Jika memperhatikan narasi yang di lontarkan Thitus Murib Kwalik, sepertinya Video itu adalah ajakan untuk seleuruh rakayat papua untuk membantu kelompoknya dalam memerangi TNI-Polri seperti yang biasa mereka lakukan.


Akan tetapi kali ini, Thitus menambahkan narasi-narasi yang lebih profokatif lagi seperti "mengatakan jika perjuangan mereka untuk seluruh rakyat Papua dan TNI-Polri adalah musuh bersama orang-orang Papua
Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.