Kedes Terbukti Korupsi DD 1,025 M, Sempat Undang Preman Serang Rumah Warga Yang Melaporkannya -->

Kedes Terbukti Korupsi DD 1,025 M, Sempat Undang Preman Serang Rumah Warga Yang Melaporkannya

Patung Bernyawa
Minggu, Mei 16, 2021

    Kepala Desa dan Bendahara Desa Naikake B, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa berurusan dengan Hukum setelah terbukti melakukan tindakan pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa pengerjaan proyek Fiktif.

    Kepala Desa dan Bendahara Naikake B
    saat di periksa Kejari TTU

    Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU) Robet Jimi Lambila, SH.,MH menerangkan, kedua tersangka Mengambil alih pengerjaan proyek seolah-olah dia adalah kontraktor dan melakukan pelaporan palsu.

    "Semua item pengerjaan di ambil alih oleh kepala Desa,  seakan-akan dia adalah kontraktor untuk melaksanakan pengerjaan itu" Ujar Jimi Melansir dari Pos Kupang pada (16/5/2021)

    Sementara itu menurut Jimi, Kepala Desa Naikake B sudah mengakui perbuatannya yang telah meggelapkan anggaran sebanyak Rp. 1.025 Miliar kepada penyidik kejaksaan Negeri TTU.

    "Kepala Desa Naikake B telah mengakui jujur dan terus terang bahwa benar ia menilep Dana Desa sebesar 1,025 Miliar selama lima tahun terahir" ujar Robert Jimi melansir dari Halaman Sembilan (16/5/2021)

    Barang bukti yang berhasil di amankan adalah Dua Unit Mobil Truck, 1 unit mesin cetak Batako, 1 unit mesin campur beton (Molen), Uang tunai sebanyak 200 juta lebih dan beberapa lembar uang Asing pecahan Dolar

    Jimi melanjutkan, saat ini pihaknya sedang dalam proses pemberkasan dan setelah rampung akan di limpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Koripsi (Tipikor)

    "Sudah dalam tahap pemberkasan. Dan saya upayakan dalam bulan ini tersangka dan bendaharanya kami limpahkan ke pengadilan tipikor untuk di sidangkan" tutur Jimi

    Ia juga menjelaskan jika modus penggelapan Anggaran Dana Desa yang di lakukan Kades dan Bendahara ini dengan cara membuat proyek fiktif dan merekayasa laporannya.

    "Di laporkan uang sudah habis di gunakan dan fisik sudah 100 persen. Tapi bukti di lapangan, banyak pengerjaan fisik yang programnya fiktif dan belum rampung. Tapi duitnya sudah habis di pakai" Lanjut Kejari Robert Jimi Lambila

    Undang Masa dan Preman untuk Menyarang Tokoh Masyatakat Yang Melaporkan Dirinya Ke Jaksa

    Pada 2020 lalu Kedes Naikake B sempat mengerahkan masa dan preman untuk menyerang tokoh masyarakat atau warga yang melaporkan dirinya ke Kejaksaan.

    Meski kasus penyerangan itu tidak pernah dia akui dan berahir begitu saja tanpa tindakan apapun terhadap Kades.

    Namun apa yang di lakukan warga 2020 lalu itu telah di buktikan dengan penangkapan sang Kedes karena Korupsi Dana Desa.

    Bahkan besaran kerugian negara yang berhasil mereka laporkan ternyata justru lebih besar dari hasil pemeriksaanyang di lakukan  Kejari TTU terhadap Kedes bernama Herminigildus Tob ini

    Kejadian Penyerang itu sendiri bermula ketika ada sekelompok masyarakat dan tokoh adat melaporkan Kades ke kejaksaan atas dugaan Korupsi Dana Desa sebesar Rp. 850 Juta

    Akibat pelaporan itu Kadespun merasa sangat kesal dan mempin warga lain dan preman untuk melakukan penyerang ke salah satu rumah Tokoh Adat

    Penyerang itu membuat dua rumah susak berat dan beberapa rumah lainnya rusak ringan, di duga karena tertimpuk lemparan batu

    Kasus itu sebenarnya sudah di tangani Polsek Setempat, namun entah kenapa kasus tersebit tidak pernah di lanjutkan hingga kini.