Lihat Mereka di Gaza, Mereka Sangat Toleransi Sementara Kita Terpecah Memberi Dukungan

Fakta lain tentang Gaza Palestina yang mungkin belum anda ketahui adalah agama-agama disana saling berbaur dan menghormati satu sama lain.

Gereja dan Mesjid Berseblahan di Gaza

Mungkin saat penulis menulis artikel ini, Mesjid dan Gereja ini sudah hancur akibat pertempuran antara pasukan Hamas dan Israel yang terus menerus terjadi di Gaza sejak minggu lalu.

Namun ada pemandangan yang cukup menarik terjadi di tempat itu dimana ternyata bukan cuma islam yang menjadi satu-satunya agama yang populer disana.

Ini di buktikan dengan adanya Greja bernama Santa Porphyrius di Gaza palestina yang letaknya berseblahan dengan mesjid bernama Katib Wilayah.

Dalam sebuah Video Vlog yang unggah oleh akun bernama Muhammad Husein Gaza pada Channel Youtube Pribadinya megatakan jika Gereja tersebut sudah ada sejak 1600 tahun yang lalu dan masih di gunakan hingga kini.

Sementara Mesjid Katib Wilayah sendiri sudah berdiri selama 700 tahun sejak pemerintahan Khilafa Turqi Otoman menduduki Palestina.

Bukti lain tentang kerukunan umat beragama disana adalah keberadaan gereja. Meski Islam berhasil menduduki Gaza palestina sejak Saladin Al Ayubi, rumah ibadah tidak di hancurkan dan di biarkan tetap berdiri untuk di gunakan umat selain islam di tempat itu.

Husein melanjutkan kedua penganut agama disana sudah seperti saudara, saling menghargai dan mengormati perbedaan.

Tampak Atas Bangunan Kedua rumah ibadah di Gaza Palestina, Rekaman kayar HP

Dia juga juga mengatakan kedua rumah ibadah itu bukan hanya berdekatan tapi juga dempet dengan satu pagar tembok yang menyambung antara keduanya.

"Luar biasa ya, Benar-benar simbol toleransi beragama yang luar biasa di gaza, enggak cuma berdekatan, tapi gereja dan mesjid ini benar-benar dempet" Ujar Husein

Dia kemudian melanjutkan Vlognya dengan memasuki ruang gereja di temani salah satu pendeta gereja Santa Porphyrius


Umat Islam Berlingdung di Dalam Gereja Saat Israel Menyerang Palestina 2014

Tempat berlindung Umat Islam dari serangan Israel tahun 2014

Saat terjadi Agresi besar-besaran militer israel 2014 lalu, Umat Islam sempat di ijinkan untuk berlindung ke gereja Santa Porphyrius dari serang Roket dan Militer Israel yang membombardir palestina

Husein menyebutkan, sebayak 120 umat islam menempati beberapa ruangan gereja untuk menghindari serangan israel karena gereja tersebut merupakan salah satu nangunan yang tidak menjadi target penyerangan

Untuk di ketahui lanjut Husein, Umat Kristen di Gaza saat ini sebanyak 1200 jiwa terdiri dari Kristen Ortodoks dan Kristen khatolik

"Teman-teman juga harus tahu, di Gaza ini, jumlah umat kristiani itu sekitar 1200, dan mayoritas mereka adalah Kristen ortodoks dan sebagian kristen khatolik atau mereka nyebutnya Latini (latin)" Lanjut Husein

Lebih lanjut Husen menyampaikan juka Baik umat kristen mau muslim di Gaza, sama-sama menggunakan bahasa Arab dengan dialegtika palestin bahkan tulisan di apapun dalam gereja juga menggunakan Kad (huruf) Arab.

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.