Halaman Facebook

Di Desa Ini, Ayam Berkeliaran Boleh di Tangkap dan di Sembelih Untuk di Makan Sendiri

Memelihara Binantang Ternak untuk menopang kehidupan memang pekerjaan yang cukup menguntungkan, namun terkadang juga jadi masalah.

Gambar Ilustrasi

Binatang pelihaan biasanya nyelonong dari Kandang dan pergi ke tanaman warga lalu melakukan pengrusakan atau kerumah warga lain dan buang kotoran disana.

Sehingga seringkali Problematika seperti ini di tengah masyarakat, menjadi penyebab percecokan antara tetangga.

Tidak mau Masalah sosial itu muncul, warga Desa Wonosobo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo JawabTengah menerapkan peraturan Khusus untuk mengatasi masalah tersebut.

Di Desa Wonosobo Binatang ternak tidak boleh di lepas atau berkeliaran bebas di luar Kandang. Kalau sampai itu terjadi maka siap-siap ternaknya di sembelih.

Mengingatkan kita Pada 2019 lalu yang heboh membahas UU KUHP tentang hewan peliharaan. Namun ternyata sudah ada Desa yang menerapkan hal serupa.

Melansir dari laman Kompas, di kampung Ngadisono, Desa Wonosobo telah menerapkan aturan bagi hewan peliharaan yang lepas di luar kandang.

Dalam peraturan itu tertulis Pemilik Binatang akan di Denda sampai di sembelih jika Ternaknya di kedapatan merusak Tanaman Warga

Sebagaimana kita ketahui, di sebagian kampung di NTT, masih banyak Ayam yang terlihat berkeliaran bebas dan merusak Tanaman Warga hingga berak di rumah warga lain.

Mungkincara ini bisa menjadi Solusi untuk kampung yang memiliki peternak yang bandel seperti di Wonosobo Sebelum Aturan di Terapkan.

Awalnya aturan ini sempat di tolak oleh beberapa Warga yang setuju karena terdapat aturan boleh dinsembelih. Namun ahirnya semua warga sepakat untuk membuat aturan yang uni ini.

Tak Hanya di Denda, Binantang yang Berkeliaran Boleh di Sembelih

Alasan Warga Menerapkan peraturan sembelih terhadap Ayam yang kedapatan berkeliaran adalan untuk menjaga lingkungan tetap Bersih.

Selain itu tindakan ini bisa membuat pemilik Ayam peka dan bertanggung hawab atas hewan peliharaannya.

Munculnya Peraturan ini sendiri bermula ketika banyak warga menderita kerugian karena ulah peternak Liar yang ada wilayah itu.

Para perternak ini sering tidak mengandangkan ternaknya sehingga masuk ke pemukiman dan tanaman Warga lalu melakukan pengrusakan.

Keadaan Kampung Wonosobo saat ini, Setelah Aturan di Terapkan

Oleh sebab itu, warga mencarikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Beruntung setalah aturan ini di terapkan banyak peternak yang memilih mengandangkan ayamnya karena takut di sembelih.

Apa yang ada di Wonosobo ini sejatinya bisa di contohkan oleh Daerah lain yang ada di Indonesia, Terlebih NTT.

Semoga Bermanfaat.!!!