Dadang, Satu-satunya Preman di Indonesia Yang Berani Menyerang Markas TNI dan Polri Sekaligus -->

Dadang, Satu-satunya Preman di Indonesia Yang Berani Menyerang Markas TNI dan Polri Sekaligus

Patung Bernyawa
Senin, Mei 31, 2021

    Nama Dadang Buaya (45) tahun mendadak Viral di dunia maya karena aksinya yang nekat menyerang markas Koramil dan Polsek Pamaeungpeuk beberapa saat yang lalu, tepatnya (29/5/2021)

    Dadang Buaya CS Setelah di Tangkap Polisi

    Dia seakan tidak peduli dengan fungsi TNI dan Polri yang memiliki kewenangan untuk menindak pelaku pelanggar hukum di Negri ini.

    Bahkan dia membawa 14 rekannya, dengan Gagah berani menantang Petugas di Koramil dan polsek namun berahir dengan muka seperti yang anda lihat sendiri di Foto di atas.

    Kronologi penyebab terjadi aksi penyerang Dadang Cs bermula dari hal sepele.

    Pagi itu, Dadang dan Kawan-kawan terlihat Cekcok dengan seorang nelayan. Di jelaskan oleh Kapolsek Pameugpeuk, AKP Dedin Permana.

    Saat itu Jaka (45), warga kampung Bunisari  Desa Mancagahar, Pameungpeuk Garut, baru saja pulang dan melintas di jalan kawasan Wisata Sayangheulang

    Saat bersamaan, Dadang Buaya yang juga membawa sepeda motor melintas tapi bukan pada jalurnya, alias melawan arah.

    Jaka yang melihat aksi Dadang tidak mentaati aturan lalu lintas lalu menegurnya, namun Dadang Buaya tidak terima dengan baik kemudian menodongkan pisau le leher jaka dan menamparnya.

    Bahkan tidak berhenti disitu, Dadang kemudian menarik jaka ke arah Curugan depan Hotel Balinda lalu mengintimidasi

    Intimidasi yang di lakukan Dadang membuat Emosi Jaka memuncak dan ahirnya kedua orang ini bercekcok sampai menimbulkan reaksi warga.

    Sementara warga lain di sekitar yang melihat kengerian dari kejadian itu lalu menghubungi dan meminta bantuan Lettu TNI Sapridin yang merupakan Anggota dari kesatuan dari Cilodong Bogor karena kebetulan saat itu sedang cuti

    Mengetahui ada seorang tentara yang datang melerai dan kebetulan Lettu Saprudin adalah kerabat dekat Jaka, Dadang langsung menyerang balik Sang Prajurit.

    "Namun Dadang Buaya justru menyerang saudara Saprudin," Ujar Kapolsek Pameupeuk, AKP Dedin Permana Melansir Tribun Jambi (31/5/2021)

    Saat Penyerangan Markas Koramil

    Karena Tak kunjung Selesai, ahirnya warga memutuskan untuk melaporkan kejadian ke Babinmas Desa Mancagahar Bripka Dedi yang langsung datang dan mencoba meredam aksi Dadang.

    Akan tetapi Dadang malah balik menyerang Bripka Dedi dengan sebuah golok milik petani yang ada di lakasi.

    Beruntung, aksinya bisa di gagalkan warga sekitar yang memang sedari tadi menonton perkelahian tersebut. 

    Hingga Ahirnya Anggota Polsek Pameungpeuk yang mengetahui kejadian langsung mendatangi lokasi dan membubarkan mereka kemudian Dadang di minta untuk pergi dan tidak boleh mengulangi aksinya lagi.

    Aksi Penyerangan Koramil dan Polsek Oleh Dadang Buaya dan Kawan-kawan

    Setelah di Ringkus Polisi

    Setelah Bubar, ternyata Dadang CS tidak puas dengan kejadian tersebut. Ia kemudian menghubungi teman-temannya untuk menyerang Polsek dan Koramil

    Dadang dan 14 Rekannya lalu mendatangi Koramil dengan membawa serta senjata Tajam seperti Golok, Samurai, Celurit dan berbagai senjata taj lainnya.

    Namun Aksi mereka berhasil di Halau oleh Anggota TNI yang ada di Markas hingga membuat mereka lari meninggalkan Koramil.

    Tak Puas di pukul Mundur oleh Anggota Koramil, Dadang dkk mendatangi Polsek PameungPeuk untuk mencari Bripka Dedi.

    Dalam keadaan mabuk mereka memasuki Kator Polisi namun keburu di gagalkan Bripka Uun. Yang bertugas dan meminta mereka pulang.

    Namun ternyata setelah pulang Dadang tidak lantas Aman, karena Beberapa saat kemudian, Pasukan Gabungan TNI-Polri mendatangi rumahnya dan melakukan penangkapan.

    Sempat melawan saat di ringkus Petugas yang memang sudah dalam keadaan lebih siap aksi Dadang Buaya Berahir dengan Muka bonyok dan lebam.

    Menurut Kapolsek Pameungpeuk AKP Dedin Permana , Pasca tertangkapnya Dadang, situasi Pameungpeuk Aman dan kondusif.

    "Sejauh ini, Pasca penangkapan, Situasi Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) Pameungpeuk Pasca kejadian Aman, tertib dan Kondusif, Ujar Dedin