Akibat Kelalaian Kades Urus Administrasi DD, Aparat Desa Tidak Terima Gaji Selama 6 Bulan -->

Akibat Kelalaian Kades Urus Administrasi DD, Aparat Desa Tidak Terima Gaji Selama 6 Bulan

Patung Bernyawa
Sabtu, Mei 15, 2021

    Posisi pemimpin dalam sebuah instansi sangatlah Krusial. Karena begitu banyak kebijakan yang harus dia ambil secara tepat, cepat namun juga bermanfaat.
    Kepala Desa Tengku Lawar, Yohanes Sabu.
     Foto Editor Kabartujuhsatu.nesw

    Untuk itu, jika seorang pemimpin tidak bisa mengambil keputusan pada waktu tepat maka imbasnya akan berdampak bukan hanya untuk instasinya tetapi juga untuk masyarakat.

    Contoh Kejadian kelalaian seorang pemimpin yang berdampak untuk orang banyak terjadi di Desa Tengku Lawar, Kecamatan Lamba Leda Kabupaten Flores Timur NTT.

    Seorang kepala Desa bernama Yohanes Sabu mendapat keluhan dari bawahannya aparatur Desa Tengku Lawar karena tidak menerima gaji selama 6 bulan.

    Menurut pengakuan salah satu Aparatur Desa, mengungkapkan keluhannya pada media menjelaskan bahwa mereka sangat kecewa dengan kelalaian yang di lakukan Kepala Desa.

    Aparatur Desa yang tidak ingin menyebutkan namanya ini mengungkapkan kejadian itu terjadi saat mengurus administrasi pencairan Dana Desa tahun 2019 dan 2020 silam

    Akibatnya mereka tidak mendapat Haknya sebagai pegawai Desa selama 6 bulan lamanya sejak Penutupan pengajuan baru 16 Desember 2020.

    "Gara-gara kepala Desa lalai dalam mengurus administrasi desa, kami aparat desa jadi korbannya, kami kerja suka rela selama 6 bulan" ujar salah satu aparat Desa melansir dari kabartujuhsatu.news pada (15/5/2021)

    Lebih lanjut Dia menjelaskan, Pemerintah Daerah Manggarai Timur (Pemda Matim) padahal sudah memberika waktu yang cukup banyak kepada Desa Tengku Lawar untuk mengurus pengajuan.

    Namun sampai waktu pengajuan anggaran baru di tutup  Desa Tengku Lawar belum juga mengurus Administrasi yang di minta.

    Sementara itu Kepada Desa Tengku Lawar saat di konfirmasi mengakui kelalaian yang di buatnya. Dia mengatakan jika pihaknya sudah melalukan upaya maksimal agar Aparatur desa bisa kembali menerima Hak mereka.

    "Saya memang sudah lalai dalam mengurus administrasi pengajuan Dana Desa 2019 dan 2020 tahap 4. Sehingga mengakibatkan aparat Desa tidak menerima hak mereka" ujar Yohanes

    Dia melanjutkan Bahwa pihaknya terlambat 1 hari setelah hari penutupan pengajuan sehingga Pemda Matim menolak Dokumen mereka.

    "Kami telah berusaha, tapi kami terlambat 1 hari. satu hari setelah jatuh tempo pencairan kami baru menyelesaikan administrasinya. Lanjut Yohanes

    Ia berharap Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) Manggarai Timur dapat mencairkan Dana tersebut melalui APBDES di tahun 2021.