Halaman Facebook

Setitik Harapan Dari Pencarian KRI Nanggala-402, Nasib 53 Awak Kapal dan Oksigen Yang Terus Menipis

KRI Nanggala-402

Proses pencarian hilangnya Kapal Selam Indonesia KRI Nanggala-402 hingga kini belum menemukan kejelasan.

Kabar dari berbagai media yang sempat meliput berita proses pencarian kapal ini terus berdatangan namun belum ada satupun yang mengabarkan dengan jelas tetang keberadaan kapal selam buatan jerman tersebut.

Berbagai spekulasi terus bermunculan mulai dari "di temukan adanya pergerakan 2,5 Knot di bawah laut, Tumpahan BBM hingga temuan titik magnet tinggi.

Sementara ketersediaan oksigen kapal yang di perkirakan hanya akan bertahan selama 60 hingga 72 jampun mulai di pertanyakan

Benarkah mereka masih bertahan? dan bagaimana jika ketersediaan oksigen yang di maksud ternyata tidak mencapai waktu seperti yang prediksi?

Pakar kelautan ITS Wisnu Wardhana Msc Phd, turut berkomentar atas kecelakaan kapal selam pertama di indonesia ini.

Pakar Kelautan ini menyiroti masalah Sensor Sonar untuk komunikasi yang pakai di bawah laut dan kedalaman jelajah sebuah kapal selam.

"Kalau media komunikasi lewat air maka kualitas komunikasi terhantung dari karakter air. Misalkan arusnya tinggi, maka media komunikasi akan terbawa mengikuti arus air" terang Wisnu Wardhana ( 22/4/2021)

Sementara untuk jarak selam kapal kapal wisnu mengatakan ada batasan yang di anjurkan untuk sebuah kapal selam dalam melakukan penyelaman.

Untuk kapal selam yang di desai tahun yang di desain tahun 1980an maka kedalaman yang memungkinkan adalah 380 meter.

"Jika di paksa lebih dari itu, tangki pemberatnya ini seperti di remas karena ada gaya hidrostatik dari yang meremas kapal selam.

Kalau sampai ada oli dan cairan minyak di atas permukaan air ini indikasi tangki pemberatnya rusak" Lanjut Wisnu

Dia juga mengingatkan tentang kapal selam Rusia, Kurf yang setelah dua bulan baru bisa di temukan sejaka hilang kontak dan ancaman Nuklir kapal yang meledak selama mengalami kecelakaan.

Tawaran Bantuan Berdatangan dari Negara-negara Sahabat

Liputan6 menulis "Malaysia gelar Shalat Hahat dan kirim Bantuan untuk cari kapal Selam KRI Nanggala-492

Sementara Negara tentangga singapur sudah lebih dahulu mengirim Kapal Pendamping Kapal selam tercanggih se Asia tenggara untuk membantu TNI AL indonesia

Tawaran bantuan lain yang tidak kalah penting juga datang dari Amerika, Jerman dan Rusia yang siap membantu Indonesia untuk mencari KRI Nanggala-402

Semua tawaran bantuan itu datang dari Negara yang sebelumnya tudak pernah di mintai Indonesia untuk membantu.

Harapan Menteri Pertahan Prabowo Kepada 53 Awak KRI Nanggala-402

Menteri Pertahan Prabowo Subianto Mengajak seluruh masyarakat Indonesia berdi,a untuk keselamatan para Awak KRI Nanggala-402 yang hingga kini belum di temukan.

"Seluruh Bangsa, hati dan pikirannya agar anak-anak kita bisa di selamatkan" ujar prabowo 

Prabowo juga meminta seluruh pihak untuk bersabar dan menunggu kabar yang falid dari Tim pencari.