Halaman Facebook

Dewan Gereja Papua Mengadu Ke PBB, Pendeta PGGJ: Kami Tidak Kenal Mereka

Dewan Gereja Papua Mengadukan Pemerintah Indonesia ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan alasan Genosida terhadap orang milenesia di Papua

Dewan Gereja Papua meminta PBB ikut campur atas apa yang mereka sebut sebagai tragedi kemanusiaan di wilayah Papua

Permintaan itu di sampaikan Dewan Gereja Papua melalui surat yang di tujukan kepada Komisioner HAM PBB Michele Bachelet

Menanggapi Hal itu, Ketua Persekutuan Gereja Gereja Jayapura (PGGJ) Pendeta Joob Suebu mengaku tidak mengetahui kiprah Dewan Gereja Papua.

Menurutnya Dewan Gereja tersebut baru di Deklarasikan pada Desember 2020 lalu.

"Yang saya tahu selama ini ada Persekutuan Gereja Gereja Papua (PGGP), kalau yang namanya 'Dewan Gereja Papua' ini saya baru tahu.

Karena baru berdiri sekitar bulan Desember 2020" Ujar pendeta Joob Suebu dalam siaran melansir dari JPPN (30/4/2021)

Joob menyampaikan Hal itu dalam merespon Dewan Gereja Papua yang telah mengadukan Pemerintah Indonesia ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada (22/4/2021)

Joob menerangkan saat ini sedikitnya ada 5 Tokoh-tokoh agama Papua yang terus menyampaikan pesan perdamaian di tengah Masyarakat.

Antara lain, Pdt Dr Lenin Kogoya, Pdt Hiskia Rollo GKI-TP, Pdt Naftali Modouw GKII, Pastor Paulus Tamayang keuskupan Jayapura, Pdt Otniel Marini GPDP, Pastor Konstan BahangKeuskupan Jayapura, Pdt Yusnan Kogoya Vidi, Pdt Nathan Ayorbaba PGGP Pdt Fransiskus Esa GGP dan dirinya senderi dari PGGJ.

Ketua PGGJ JOOB SUEBU

Selain itu terdapat pula Pdt Dr James Wambrauw PGGS, Pdt George Sorontou GKN, Kornelius Sutriyono PGGP dan Pdt Jerry Rahakbauw GPKAI

Pendeta Joob Suebu mengatakan belasan Tokoh Agana Papua tersebut berharap apa yang terjadi di Papuan Khususnya Daerah-daerah Konflik dapat di selesaikan dengan rasa persaudaraan dan kekeluargaan.

"Saya belum mengetahui tentang adanya 'Dewan Gereja Papua' yang kami lakukan terahir ini adalah menjalin komunikasi dengan aparat pemerintah Seperti Kapolda Papua, Pangdam dan Aparat Pemerintah lainnya" Ujar Pimpinan PGGJ ini

Joob Juga mengaku sangat menyangkan jika ada pemuka Agama di papua yang melakukan politik praktis untuk menghasut, 

Membangun sentimen negatif kepada umat atau jemaatnya yang dapat membuat runtuhnya persatuan dan persaudaraan di masyarakat Papua

"Memang dalam Alkitab di perbolehkan untuk berpolitik tetapi politik yang danai, politik untuk mengangkat jesejahteraan masyarakat dan membangun Papua ke masa depat" lanjutnya.