Halaman Facebook

Biksu Ini Penggal Kepala Sendiri Secara Diam-diam Untuk Ritual Pengorbanan

Tammakorn Wangpreecha 

Doktrin ajaran agama adalah suatu doktrin paling tinggi dari umat manusia yang bisa bersifat sangat pribadi dan tidak bisa di ganggu gugat oleh siapapun.

Karenanya tidak aneh bila seorang dengan atau tanpa alasan apapun melakukan hal di luar akal sehat manusia yang menilainya.

Seperti yang di lakukan Biksu agama Buddha bernama Tammakorn Wangpreecha (68) tahun yang memenggal kepalanya sendiri secara diam-diam

Hal itu ia lakukannya untuk karena sebuah sebuah Ritual pengorbanan kepada dewa Buddha yang telah di rencanakan lebih dari lima tahun yang lalu.  

Pada surat wasiat sang Biksu sebelum kematiannya menulis bagaimana cara memuja dan memuji Buddha.

Di katakan ia telah menempati Guillotine sementara di sebelah patung Buddha sehingga akan tampak seperti Dewa memegang kepalanya yang terpenggal.

Keponakan si Biksu Booncherd boonrod yang menemukan jasad pamannya mengatakan ada lempengen marmer di dekat mayat yang bertuliskan rencana tersebut.

Ia berkata bahwa Paman Biksunya merencanakan ini selama lima tahun terahir

"Keinginannya adalah menpersebahkan kepala dan jiwanya agar tuhan dapat membantunya bereingkarnasi" ungkap Boocherd

"Sebagai mahluk spritual uang lebih tinggi di kehidupan selanjutnya" Tambah Booncherd

Tatacara Ritual Pemenggalan Leher Sendiri Oleh Pendeta Tammakorn Wangpreecha

Prosesi pemakaman Tammakorn Wangpreecha
Jasadnya di barungkan dalam peti mati sementara kepala di pajang dalam Toples
Ritual itu di lakukannya dengan cara berbaring di bawah perangkat yang di buatnya sendiri dengan pisau yang di gantung seperti proses hukum pemenggalan jaman dulu.

Kemudian ia berbaring dengan dengan mengarahkan lehernya tepat di bawah jalur turunnya pisau lalu memotong tali pengikat pisau tersebut.

Sebelum ritual itu di lakukannya, kabar ia memberitahu pengukutnya bahwa ia akan meninggalkan Biara

Namun tidak memberitahu para pengikutnya bahwa ia akan melakukan Ritual Guillotine.

Kejadian inipun sontak menjadi kabar kematian yang mengerikan. Lebih dari 300 umat setempat mendatangi kuil untuk melakukan Upacara pemakaman sang Biksu

Karena kejadian itu polisi sampai turun tangan membawa jenazah kerumah sakit untuk di periksa penyebab kematian sebelum di kembalikan lagi keluarganya.

Meskipun beberapa pengikut memuji Tammakorn Wangpreecha namun otoritas pemuka agama setempat Memperingatkan pengirbanan diri tidak di anjurkan untuk di lakukan.

Untuk di ketahui Tammakorn Wangpreecha adalah kepala biara Wat Phuhingong Thailand Utara Thailand.