Australia Perkuat Pangkalan Militer Dekat NTT, Indonesia Masih Ribut Pelanggaran HAM Tumpas KKB -->

Australia Perkuat Pangkalan Militer Dekat NTT, Indonesia Masih Ribut Pelanggaran HAM Tumpas KKB

Patung Bernyawa
Rabu, April 28, 2021

    Penambahan kekuatan militer AS di Autralia

    Tujuan Australia mengahabat Dominasi Cina di Wilayah Indo-Pasifik sepertinya bukan sekedar wacana belaka.

    Beraliansi dengan Amerika serikat yang merupakan musuh bebuyutan Cina, Australia mulai memperkuat pangkalan militernya di selatan wilayah NTT.

    Secara umun, Mereka beralasan Fokus Australia adalah mengejar perdamaian, stabilitas serta Menciptakan Indo-pasifik yang bebas dan terbuka.

    Sementara itu di Natuna utara, Cina juga akan semakin memperkuat Pangkalan Militernya di Laut Cina Selatan 

    Potensi konflik akan semakin besar ketika Cina dan Australia yang di bantu AS ngotot dengan rencananya masing-masing

    Lantas bagaimana dengan posisi Indonesia yang berada di tengah-tengah Spywar yang di bangun kedua negara ini.?

    Gambaran yang cukup jelas terjadi beberapa hari lalu ketika Amerika dan Australia sama-sama mengirim Alutsista tempurnya untuk membantu mencari KRI Nanggala-402.

    Disi lain Cina yang juga memiliki Hubungan baik dengan indonesia justru memilih Diam dengan peristiwa yang mennghebohkan Dunia tersebut.

    Padahal sebelumnya Cina membantu Indonesia mengirimkan Baju Asmat dan Vaksin Covid-19 Secara gratis ke indonesia.

    Tapi ketika KRI Nanggala Tenggelam Cina malah mengirim Kapal perang dengan jumlah besar untuk memperkuat pangkalan militernya di laut cina selatan.

    Cina sepertinya mengetahui tujuan Australia dan AS di balik rencana membantu indonesia mencari dan mengevakuasi KRI Nanggala.

    Untuk apa Amerika sampai mengirim Pesawat Canggih Anti Kapal Tempur dan kapal Selam P-8 Poseidon hanya untuk mencari kapal selam yang dia tahu itu bisa di lakukan dengan mudah oleh militer Singapur dan malaysia atau india bahkan Teknologi indonesia cukup untuk melacak kapal yang Karam pada (21/4/2021) tersebut.

    Kini Indonesia Dalam Dilema Besar

    Indonesia bisa jadi medan tempur antara Cina dan AS yang sedang bersitegang jika indonesia bersikukuh tetap dengan sikap Netral.

    Belum lagi Konflik internal dan bencana yang terasa berkesinambungan sejak awal tahun ini membombardir Energi dan Keuangan kita.

    Indonesiapun tidak mungkin mengambil sikap memihak salah satu di antaranya karena seperti yang kita tahu baik cina dan AS memiliki utang dengan indonesia.

    Sementara Alutsista dan kekuatan militer kita tidak cukup mampu Bertahan di tengah konflik sebagai negara yang tidak memihak siapapun.

    Bom waktu tinggal menunggu akan meledak, Sementara Indonesia justru masih berada dalam berkecimpung dalam kebimbangan besar terhadap urusan HAM di Papua.