Yahya Waloni Seorang Pendakwah Atau Penghasut -->

Yahya Waloni Seorang Pendakwah Atau Penghasut

Patung Bernyawa
Minggu, Maret 07, 2021


    Kepada semua jamaah Yahya Waloni, maaf, saya tidak bisa memanggil junjungan anda dengan sebutan Ustadz oleh karena hati saya terlalu berat untuk mengucapkannya.

    Alhamdulillah sampai saat ini saya masih memiliki keyakinan innadina Indallahil Islam.

    Agama datang di dunia ini membawa cinta dan kedamaian, karena itu jika ada orang yang mengaku beragama tapi memantik api permusuhan maka ilmu agamanya perlu di ragukan.

    Saya bukanlah Ustadz atau Ulama yang menghafal banyak ayat dan Hadits, namun alhamdulillah saya tidak pernah membenarkan agama saya dengan kalimat kalimat kebencian terhadap agama orang lain.

    Karena menurut saya, Tuhan tidak membutuhkan agama dan sesembahan manusia manapun agar Dia layak menjadi Tuhan.

    Tuhan juga tidak punya Agama dan pastinya Tuhan tidak membutuhkan manusia, Manusialah yang membutuhkan Tuhan.

    Mendengar ceramah sejumlah Ustadz dalam beberapa tahun terahir, rasanya wajah umat islam sering di pertontonkan sebagai manusia Serakah yang mengklaim surga sendirian.

    Mereka ini seperti panitia Surga yang turun kebumi untuk menyeleksi manusia mana yang layak dan tidak layak masuk surga.

    Padahal mereka sendiri tidak yakin apakah nanti ketika sudah mati bisa masuk surga atau nyunsep dalam Neraka.

    Saya tidak mengerti, apakah Ustadz ustadz ini berceramah untuk menyiarkan islam atau justru sebaliknya.

    Karena jika mereka betul betul menyiarkan islam harusnya mereka mengajak bukan memukul apalagi memprofokasi.

    Sejauh yang saya tau, Dakwah yang di ajarkan Muhammad selalu merangkul dan mengajak bukan membenci.

    Itu bisa terlihat dari masjid pertama umat islam di madinah, yang di bangun atas bantuan umat nasrani (Kaum Ansor).

    Atau Ka,bah, yang sekarang di pake untuk ibadah Haji, merupakan peninggalan Nabi Ibrahim yang di bangun kembali oleh kafir Quraisi Mekkah dengan bentuk seperti yang sekarang terlihat.

    Kalau mau pake logika yang benar, mestinya ka'bah di rombak ke bentuk semula.

    Tapi kenapa Muhammad justru mempertahan Bantuk Kubus yang di bangun Kafir Qurasy mekkah.?

    Yahya Waloni, Mualaf yang Sok Tau.

    Penyampaian Yahya Waloni tentang Haram tinggal serumah dengan orang diluar Islam menunjukan bahwa ilmu agamanya sangat rendah.

    Apa yang Wahloni katakan dalam ceramahnya tentang Haram tinggal satu rumah dengan umat Kristiani adalah bentuk kekurangan daya serapnya dalam memahami islam.

    Mestinya, dia belajar Hadits tentang Seorang laki laki muslim bisa menikah dengan wanita non muslim asalkan agamanya dari 3 kitab Ardi yakni, Injil, Taurad dan Zabur.

    Nikah.! Itu Bukan lagi Tinggal,  tidurpun seranjang berdua, punya anak dan lain lain.

    Dia juga mestinya, belajar tentang kisah hidup Nabi Muhammad yang sejak kecil tinggal bersama pamannya Abdul Muthalib yang merupakan Kafir Quraisi.

    Yahya Waloni juga harusnya membaca kisah tentang Nabi Muhammad yang memberi makan seorang pengemis beragama Yahudi di Pasar sampai ajal menjemput sang Nabi.

    Atau dia membaca kisah tentang perintah Nabi yang menyuruh sahabat Umat islam hijrah dan mencari perlindungan ke Raja Habasyah, Negerinya kaum Nasrani.

    Namun rupanya Wahloni ini memang ingin menampilkan wajah islam yang arogan dan penuh permusuhan.

    Apa yang dia sampaikan, Rujukannya adalah Hadits hadits yang Hasan atau di ragukan kebenarannya.

    Seperti anjurannya kepada umat islam untuk menabrak anjing jika terlihat di jalanan.

    Harusnya Dia belajar islam lebih dalam lagi agar tidak di sebut Mualaf yang sok tau, 

    Dia tidak sadar, Darahnya adalah mantan Darah non muslim yang sangat mungkin dahulu pernah mengkonsumsinya.

    Dia mengharamkan anjing, padalah Darah dan Daging dalam tubuhnya juga haram untuk di makan.

    Dia menajiskan air liur Anjing padahal air seninya juga Najis bahkan racunnya berbahaya bagi Rahim, tempat tinggal manusia sebelum ke Bumi.

    Harusnya, mulut mas yahya ini di jaga agar tidak di anggap lebih berbahaya dari haram dan najisnya anjing.

    "siapa yang beriman kepada allah dan hari ahir hendaklah ia berkata yang baik atau diam"
    Ini anjuran Rasulullah, jika tidak mampu menjaga lisan lebih baik Diam.

    Anjuran lain dalam Hadits yang diriwayatkan Bukhari, "Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan"

    Ini Anjuran Nabi, bukan kata kata saya. Nanti ada yang tanya mana Haditsnya.? Itu cari sendiri bahasa Arabnya.

    Berhentilah merasa lebih banyak ilmu dari ulama ulama yang sudah lebih dahulu belajar islam.

    Kepada saudara saudara kami Non Muslim di NTT, saya berharap jangan tersinggung, masih banyak umat islam yang lebih santun di negara ini.

    Orang orang seperti yahya hanyalah sebagian kecil dari islam yang kekurang adab dan etika.

    Bukan salah dia, tapi salah tempat masuknya. Sikap Yahya Waloni menggabarkan darimana pintu masuknya kedalam islam.