Tak Mau Tunduk Pada Pemerintahan Militer, Banyak Polisi di Myanmar Memilih Kabur Ke Negara Lain

Polisi Myanmar dan Demonstran penentang Kudeta
Jumlah Polisi Myanmar yang membelot dan kabur ke India terus bertambah paska kudeta dari penerintahan Junta Militer.

Seorang pejabat keamana India mengatakan, hingga kini total 266 warga Myanmar melintasi perbatasan ke India di Negara bagian Mizoran.

Sebanyak 198 diantaranya merupakan polisi dan anggota keluarga mereka yang menyebrang untuk menghindari penangkapan dari Militer.

Keputusan meninggalkan Myanmar mereka ambil karena para Polisisi ini, tidak mau tunduk kepada pemerintah Junta yang ingin menangkap dan menyiksa demonstran penentang Kudeta.

Melansir dari AFP, seorang polisi dari rombongan tersebut menyampaikan mereka di paksa memukuli  dan menyiksa Demonstran.

"Alasan untuk pergi dari Myanmar ke India karena saya tidak ingin bertugas dibawah Junta Militer," Kata seorang polisi yang meminta namanya tidak di publikasi.
Perbatasan India di Mizoran
"Saya menyaksikan polisi menangkap orang sebanyak mungkin, bahkan warga yang tidak ikut Demonstrasi, yang berdiri di pinggir jalan untuk sekedar menonton atau berfoto," ujarnya

Kabar Sebelumnya menyebutkan, Seorang Polisi yang menyebrang lebih dulu ke India membuat pengakuan mengejutkan, 

Dia menyampaikan, mereka di paksa menembaki para Demonstran hingga mati oleh Militer Myanmar.
Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.