Di Tolak MK, Membuktikan TSM Jauh Lebih Sulit Daripada Menciptakannya -->

Di Tolak MK, Membuktikan TSM Jauh Lebih Sulit Daripada Menciptakannya

Patung Bernyawa
Kamis, Maret 18, 2021

    Pilkada Belu 2020

    Mahkamah Kontitusi (MK) resmi menolak Gugatan hasil Pilbup Belu-NTT yang di ajukan pasangan petahana Willybrodus-JT Ose.

    Melansir dari Kanal Youtube MK-RI, Vonis di ketuk oleh 9 Hakim Mahkamah Konstitusi secara bulat Menolak Gugatan tersebut.

    "Amarputusan. Mengadili. dalam Eksepsi. Menolak Eksepsi termohon dan Pihak terkait berkenaan denhan kewenangan mahkamah dan permohonan pemohon tidak jelas.

    Dalam pokok permohonan, Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya."

    Demikian bunyi pembacaan Putusan yang di sampaikan Anwar Usman, Kamis (18/3/2021)

    Menurut data dari situs Website MK yang menulis dari Total 982, sebanyak 405 tidak dapat di terima, 481 di tolak, di tarik kembali 28 perkara, di kabulkan 27.

    Penolakan permohonan ini sekaligus memberikan penegasan kepada para politisi yang maju di pemilihan kepala Daerah maupun legislatis untuk jangan terlalu berharap banyak kepada MK.

    Sulit Menang di MK

    Banyak perkara yang di tolak dan bahkan ada yang tidak di terima membuat para politisi mesti berpikir ulang jika ingin berperkara di MK.

    Alasan utamanya adalah ketentuan Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) yang sangat sulit di buktikan oleh sebagian besar pihak yang sudah berperkara disana.

    Rasanya lebih mudah membuat kecurangan dalam pemilu daripada bersusah payah mencari bukti dari kecurangannya.

    Beruntung pada Sangketa Pilkada kali ini tidak ada lagi di batas jumlah saksi dari masing masing pihak

    Seperti pada pemilu  2019 lalu, jumlah Saksi dari masing masing pihak di batasi hanya 15 orang.

    Namun, meski tidak di batasi, saksi saksi ini tidak di perkenankan hadir ke rungan sidang karena Covid 19. Mereka hanya bisa memberikan keterangan secara daring.

    Apakah itu efektif dalam Hal memberikan keterangan? Mungkin perlu di pikirkan lagi untuk Indonesia bagian Timur.

    TSM Adalah Sistem Hukum Yang Sangat Tunggi

    TSM merupakan sebuah produk hukum yang sangat tinggi untuk sebuah kasus pelanggaran pemilu.

    Saking tingginya level dari produk hukum ini, banyak cibiran dari masyarakat maupun yang kalah mengatakan,  ini Produk "Hukum Dari Tuhan
    Butuh keajaiban Tuhan untuk bisa membuktikannya."

    TSM sendiri menurut keterangan Bawaslu adalah sebuah pelanggaran hukum paling berat dalam pemilu yang mengakibatkan didiskualifikasinya peserta pemilu.

    Di terimanya sebuah laporan pelanggaran pemilu yang bersifat TSM harus memenuhi syarat Formil dan Materil. (Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2018)

    Sehingga tidak jarang berlangsung sidang perkara, bakyak pemohon yang gagal membuktikan Hal ini secara jelas sesuai dengan keinginan MK.

    Unutuk di ketahui, Hari ini MK akan memutuskan 10 putusan hasil perselisihan pemilihan kepada Daerah 2020.