Melihat Lebih Dekat Penderitaan Anak-anak Korban Perang di Yaman

Foto By. Google.com

Lebih dari 2.300 anak terjebak dalam baku tembak di Yaman selama 3 Tahun terahir, Laporan Save The Children.

"Anak-anak Yaman menjalani hidup mereka seperti mimpi buruk yang mengerikan dan tak berujung, selama enam tahun anak-anak terus di bunuh dan terluka, hampir setiap hari." Tutur Direktur SC Yaman Xavier Jobert.

Lebih dari 2.300 Anak terperangkap dalam aksi baku tembak antara pemberontak Hauthi yang di dukung Iran  dan Pemerintah yang di akui secara Internasional dari 2018 hingga 2020.
Foto By. Google.com

Konflik Berkepanjangan Sejak 2014

Kekerasan yang terus terjadi semenjak pemberontak Hauthi mengusai ibu kota Sanaa dan membuat pemerintah menyelamatkan diri 2014 telah mengabitkan kebuntuan.

Sebuah Koalisi yang di pimpin Arab Saudi melakukan intervensi untuk memulihkan keamanan di Yaman belum membuahkan hasil.

Hingga Amerika (AS) yang mendukung Koalisi Arab Saudi  mendesak Hauthi untuk menerima tawaran genjayan senjata yang terjadi pada Senin (22/3/2021)

Akan tetapi Hauthi menolak proposal genjatan senjata tersebut dan menilih merebut pemerintahan Marib, di Yaman Tengah dengan caranya sendiri.

Yaman Membutuhkan Bantuan.

Perang Yaman telah menewaskan sekitar 130 ribu orang, 12.000 di antaranya adalah warga sipil.

Jumlah korban tersebut memicu krisis kemanusian terburuk di dunia saat ini, di tambah banyaknya fasilitas umum yang hancur akibat rudal dan serangan udara membuat keadaan semakin memprihatinkan.

"Sekitar 20,7 juta orang Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan," kata SC.

Sementara Juru Bicara Sekjen PBB menambahkan, hanya untuk memberi anda beberapa konteks, saya pikir ada 28 atau 29 juta orang yang tinggal di Yaman.



Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.