Kasus Hambalang Baru Terbongkar Nama Anas Urbaningrum Ternyata Tidak Ada Dalam Daftar Penerima Uang. -->

Kasus Hambalang Baru Terbongkar Nama Anas Urbaningrum Ternyata Tidak Ada Dalam Daftar Penerima Uang.

Patung Bernyawa
Sabtu, Maret 27, 2021

    Anas Urbaningrum

    Dari satu pengadilan ke pengadilan lain, di mulainya kisah perjuangan Anas Urbaningrum dalam mencari keadadilan di Negeri ini, 2014 silam.

    Sempat di vonis 8 tahun penjara, lalu turun ke 7 tahun dan di Naikan lagi ke 14 tahun oleh KEJANGUNG berahir dengan putusan 8 Tahun penjara pada 30 September 2020 lalu.

    Saat ini Koruptor Proyek Pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) Hambalang itu masih mendekam dalam Tahanan.

    Akan tetapi benarkan Anas di pidanakan karena Kasus Hambalang?

    Menurut data laporan hasil Audit BPK, nama Anas Urbaningrum tidak di temukan alias tidak ada.

    Hal ini di ungkap oleh Sekjen Partai Hanura I Gede Pasek Suardika kepada Mahfud MD melansir dari Kompas.com.

    Pasek yang dulunya adalah mantan Anggota Partai Demokrat tersebut bercerita, ada framing yang di narasikan terhadap Anas Urbaningrum saat kasus bergulir.

    Menurut pasek, framing itu sangat jauh dari fakta hukum yang sebenarnya.

    "Fakta persidangan, Fakta-fakta yang ada dan Saksi-saksi yang ada sumbernya dari PT. Panahatan, yang PT itu nggak ada kaitannya dengan PT Adhikarya ataupun urusan proyek Hambalang, nggak ada, " Ungkap Pasek.

    "Tetapi cerita sebenarnya adalah mas Anas dapat duit dari SBY setelah terpilih, di kasih hadiah ya sama SBY setelah terpilih menjadi juru kampanye terbaiknya." Lanjut Pasek

    Selanjutnya soal Hambalang, Pasek mengatakan Anas Urbaningrum sesungguhnya tidak memiliki sangkut paut dengan kasus tersebut.

    Bahkan, ini di perkuat dengan hasil audit Badan Pengawas Keuangan (BPK) yang menyatakan tidak ada nana Anas dalam kaitannya dengan Hambalang.

    "Disinilah peran oknum komisioner KPK, dengan memasukan dakwaan kasus Hambalang dan Proyek-proyek lainnya.

    Jadi bahasa dan "Proyek proyek kainnya", ini yang penting tersangka dulu Ans, nanti kita cari, masa sih nggak ada," ungkap Pasek

    "Padahal dalam KUHAP tidak boleh ketidak jelasan di dalam dakwaan orang, persangkaan itu nggak boleh, jadi harus jelas ketika masuk penyidikan di kasus apa dia itu di hukum, tapi nggak ada urusan, Lanjut pasek.