Jonas Salean di Putuskan Bebas, Dua Tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kandas di Satu Pengadilan, Drama Atau Fakta -->

Jonas Salean di Putuskan Bebas, Dua Tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kandas di Satu Pengadilan, Drama Atau Fakta

Patung Bernyawa
Rabu, Maret 17, 2021

    Jonas Salean di dampingi pengacara

    Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean, SH.,MSi di putus Bebas oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Kupang, Rabu (17/3/2021).

    Keputusan ini terbilang cukup membuat semua publik Kota Kupang tercengang. Pasalnya, Ketua DPD II Golkar Kota Kupang tersebut sudah di putuskan 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT.

    Namun kenyataan berbeda pada sidang putusan di Pengadilan Negeri Tipikor kupang, dimana Jonas Salean di Putuskan Bebas Murni oleh Hakim.

    Sidang yang di Pimpin oleh Ari Prabowo dan Hakim anggota Ngguli Liwur Mbani Awang dan Ibnu Kolik tersebut memutuskan, Jonas Salean dinyatakan Bebas Murni pada kasus Korupsi Pembagian Aset Tanah Kota Kupang.

    Ari Prabowo menyampaikan, Hak pakai atas tanah tersebut sudah di hapus karena sudah di lepaskan secara suka rela.

    "Tanah tidak ikut diserahkan pada  Pemkot kupang, maka tanah ahirnya menjadi tanah Negara," Ungkap Ari Prabowo.

    "Unsur melawan Hukum tidak terpenuhi, oleh majelis Hakim memutuskan terdakwa di bebaskan dari dakwaan Jaksa, Ujar Ari.

    Ia juga memerintahkan Jaksa untuk membebaskan Jonas Salean dari tahanan.

    Ali Antonius

    Dua Sidang Kasus Dalam Dua Hari Beruntun, Dua duanya JPU Kejati NTT Kalah.

    Selain putusan pembebasan terhadap Jonas Salean oleh Pengadian Tipikor Kupang, sebelumnya lembaga ini telah membebaskan Ali Antonius  dan dua orang saksi pada (16/3/2021).

    Dari tuntutan menghalang halangi penyidik Kejati NTT pada kasus jual Beli Aset pemerintah di labuan Bajo, Manggarai Barat-NTT

    Sidang yang di pimpin Hakim Ketua Fransiska Paula Dari Noni tersebut, Memutuskan membebasakan Ali Antonius dan dua Saksi lainya dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Nusa tenggara Timur.

    Sidang di ahiri dengan perintah Hakim Ketua untuk membebaskan Ali Antonius dan Dua terdakawa lainya dari tahanan dan Biaya sidang sepenuhnya di tanggung Negara.

    Kenapa penafsiran Hukum dari Dua Lembaga Hukum Negara dengan Kitab Hukum yang sama Bisa Berbeda.?

    Jaksa Menuntut Hakim yang memutuskan.

    Jika sebagai masyarakat Awam menayakan Hal ini kepada pemerintah mungkin jawabannya akan sangat formal dan normatif.

    Tentu saja karena mereka bergerak sesuai standar aturan yang berlaku dan mekanisme tata kelola yang sudah di atur.

    Namun jika penulis menanyakan Hal ini kepada Pembaca Harian Flobamora, mungkin saja akan sedikit memberikan fariasi dalam bentuk komentar ataupun kritikan.

    Jujur saja,  yang membuat penulis bingung adalah kenapa JPU buru buru memutuskan tuntutanya dan melakukan penahanan kalau bukan karena mereka telah mengikuti ketentuan Undang undang yang berlaku.?

    Jika Jaksa hanya mengerti tentang hukum perdata? harusnya jangan mengurusi Hukum Pidana, agar kejadian seperti ini tidak terulang dan terkesan antara lembaga Negara saling bertentangan.

    Melihat proses yang sudah bergulir sejak lama dari kasus kasus ini, masyarakat Awam tentu akan bertanya tanya. sebenarnya siapa yang Benar dalam dua kasus di atas.

    Untuk di cacatat; Di bagian ahir Tulisan ini berisi Opini penulis.