Jalur Kembali Terputus, Tinggalkan Budaya Lama, Jangan Lagi Pakai Alasan Alam dan Tuhan -->

Jalur Kembali Terputus, Tinggalkan Budaya Lama, Jangan Lagi Pakai Alasan Alam dan Tuhan

Patung Bernyawa
Kamis, Maret 11, 2021

    Air Meluap ke Badan Jalan di Culu, Manggarai Barat

    Longsor dan Jalan Terputus sudah menjadi tradisi tahunan untuk Daerah daerah dengan curah hujan tinggi seperti Manggarai.

    Dua kejadian itu, hampir tidak pernah Absen selama beberapa tahun terahir.

    Beruntung Kerja Sigap dari pemerintah selama ini bisa memanimalisir kejadian yang dapat memakan korban jiwa.

    Namun, Meski korban jiwa dari peristiwa alam seperti itu sudah berkurang, akan tetapi masalah masalah lain seperti tersendatnya jalur perdangan yang berdampak pada ekonomi masih belum mendapatkan solusi yang baik.
    Bukti Buruknya Kinerja Penyelenggara


    Tidak Memiliki Jalur Alternatif

    Akses Jalur alternatif sangat penting untuk kemajuan suatu Daerah, terlebih jika Daerah tersebut adalah Pintu penghubung Utama Antar Provinsi.

    Pembangunan jalur Alternatif untuk Mangarai Barat sebenarnya sudah mulai di kerjakan sejak beberapa tahun yang lalu.

    Namun karena masalah SDM dan Budaya yang selalu memanfaatkan Daya Rusak Alam menjadi alasan Pokok Kontraktor Jalan dan Jembatan mengambil keuntungan.

    Belum lagi permainan Pihak dalam pemerintah itu sendiri yang kita ketahui sangat meresahkan masyarakat seperti yang terjadi pada kasus Lando Noa.

    Ini kenyataan yang tidak perlu di perdebatkan, Anda bisa melihat sendiri kualitas Aspal di jalur jalur tersebut, bahkan ada yang hanya bisa bertahan dalam hitungan bulan.
    Kasus Lando-Noa

    Sistem Drainase yang tidak Bisa Menampung Volume Air Hujan

    Penataan dan Pembongkaran ulang Drainase kota Labuan Bajo adalah Contoh nyata bagaimana Master Plan Pembangunan infrastruk tidak sesuai Kebutuhan.

    Itu terjadi di kota persiapan wisata premium seperti Labuan Bajo, bagaimana dengan jalur penunjang yang ada di luar kota Labuan Bajo.?

    Drainase adalah Infrastruktur paling penting bagi sebuah jalan, ketahanan Aspal tergantung Drainasenya, jika Drainase yang menghadang Air masuk ke jalan bagus, maka jalan tersebut bisa bertahan lama.

    Sebaliknya, jika Drainase yang di bangun hanya untuk memenuhi syarat saat peninjauan oleh pengawas pengeerjaan jalan, maka jangan harap jalan bisa bertahan lama.

    Mungkin pembangunannya sudah sesuai stardar aturan, tapi bagaimana Proses perawatannya.?

    Masalah kita sepertinya bukan hanya persoalan ketimpangan Pembangunan dan kepentingan Politik.

    Masalah kita sebenarnya adalah kesadaran dalam setiap pribadi yang masih mementingkan luasnya isi saku dari pada Kualitas.

    Sampai saat ini, penulis masih merasa tergelitik ketika jalan di perkakukan seperti Ban Motor yang terus menerus di Tambal saat ada kerusakan.

    Belum lagi Pengerjaan jalan yang harusnya tidak boleh bersamaan dengan pengerjaan Drainase sering kita saksikan di beberapa tempat.

    Namun ketidakpahaman kita dalam tahapan urutan pengerjaan Jalan, membuat kita masyarakat tidak pernah kritis terhadap pemerintah.

    Untuk itu, dalam tulisan Kali ini, penulis ingin mengajak semua masyarakat agar melaporkan proses pembangun jalan yang Asal asalan ke situs di bawah ini. Aduan perbaikan jalan ke Kemen PUPR

    Yang Terahir, Kepada Semua pengendara Jalur Trans Flores, Mohon Berhati hati jika sedang Hujan dan Angin kencang. awas LONSOR dan POHON TUMBANG

    Youtube Harian Flobamora TV
        Cuplikan Air Luap Melintasi Jalan, Sumber Video Facebook.com