Ketika Indonesia Jual 22 Ton Bahan Baku Narkotika Untuk Bayar Gaji Pegawai Pemerintah

Opium. By Google Foto

Jauh sebelum kasus salah tangkap seorang Perwira TNI oleh polisi di malang karena di duga sebagai pengedar narkoba, 

Pemerintah indonesia pernah menjual 22 Ton Opium (Bahan Baku Narkotika)  untuk membayar gaji para Pegawai Negeri.

Kisah ini di terjadi pada tahun 1948, ketika itu indonesia tengah terlibat perundingan dengan belanda mengenai kedaulatan negara indonesia merdeka.

Perundingan berlangsung di kapal USS Renville milik Anerika Serikat yang sekarang kita kenal sebagai perundingan Renville.

Kala itu, Mentri keuangan di jabat oleh Alexander Andries Maramis di dampingi oleh Ong Eng Die sebagai Mentri muda di tugaskan untuk mencari dana 

Di kutip dari buku berjudul "Organisasi kementrian keuangan- Dari masa ke masa" ekspor Opium di lakukan atas usulan mentri A.A. Maramis.

"Untuk menjaga hubungan ekonomi dengan dunia jika perjanjian Renville tidak dapat di selesaikan, Hatta menerima usulan Mentri keuangan A.A. Maramis untuk melakukan hubungan ekonomi dengan negara lain dengan menjual Candu keluar Negri" tulis buku tersebut, melansir dari kompas.com (29/3/2021)

Karena usulannya di terima, Maramis kemudian melakukan perdangan candu (Opium Trade) dan emas ke luar negri pada ahir Februari 1948.

Sebagian dari hasil penjualan Opium di gunakan untuk membayar gaji pegawai pemerintah di masa itu termasuk pembayaran gaji Duta besar di beberapa Negara.

Tak tanggung-tanggung, di sebutkan bahwa Maramis berhasil menjual 22 Ton candu mentah yang berasal dari pabrik candu di salemba yang sudah berdiri sejak pemerintahan Hindia Belanda.

Opium sendiri pada zaman Hindia belanda bukanlah barang terlarang, sehingga produksi opium waktu itu sangat pesat sampai memiliki beberapa pabrik termasuk pabrik yang ada di salemba, pinggiran jalan raya kota Batavia Centrum, jakarta Pusat.

Lokasi tersebut saat ini berada dalam kawasan Gang Kenari, dekat Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta Pusat.

Sejarah Pabrik Opium dan Stasiun Sakemba Jakarta Pusat
Bekas Pabrik Opium Salemba Sekarang

Pabrik Opium Salemba di perkirakan berdiri sejak tahun 1901. Pabrik ini berada di seberang stasiun Salemba yang memiliki jalur kereta khusus menju stasiun.

Stasiun Salemba sendiri sangat strategis karena memiliki peran penting dalam mengatur percabangan kereta Api.

Dalam laman Resmi PT. Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan Dahulu memang pernah ada stasiun Salemba.

Meski sudah tidak beroperasi lagi sejak tahun 1945 karena ada namun stasiun salemba tetap beroperasi untuk melayani jalur pengangkutan Opium melalui pabrib Opium.

"Pabrik Opium yang di perkirakan di bangun tahun 1901 ini berada di seberang stasiun salemba dan memiliki jalur kereta khusus menuju stasiun salemba. Namun pada tanggal 2 September 1981, stasiun salemba berhenti beroperasi setelah pabrik opium di tutup" Tulis KAI

Sekarang bekas pabrik Opium salemba masih dapat terlihat dan di pergunakan sebagai kompleks paskasarjana UI, Namun bekas-bekas jalur kereta apinya sudah sulit terlihat.


Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.