Aneh, Padahal Bukan Zona Perang, Tapi Indonesia Sudah Mengirim 21 Ribu Pasukan Selama 3 Tahun Terahir Ke Papua -->

Aneh, Padahal Bukan Zona Perang, Tapi Indonesia Sudah Mengirim 21 Ribu Pasukan Selama 3 Tahun Terahir Ke Papua

Patung Bernyawa
Selasa, Maret 16, 2021

    Pasukan TNI

    Dalam 3 tahun terahir indonesia terhitung sudah mengirim 21 ribu lebih pasukkan Militer untuk mengatasi KKB Papua.

    Angka itu belum termasuk jumlah kopasus, dan pasukkan Teritorial di dua Provinsi Kodam yakni, Kodam XVII Cenderawasih dan Kodam XVIII Kasuari.

    Belum lagi Jumlah Polri non-Organik dan Oraganik di kedua Provinsi tersebut yang di tambah milisi sipil yang persenjatai oleh Negara di Papua.

    Juru Bicara Internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Victor Yeimo mengungkapkan, Selama tiga tahun terahir Indonesia telah mengirim 21.369 pasukan ke tanah Papua.

    Yeimo menjelaskan, berdasarkan data media dan keterangan pejabat publik, pada tahun 2019 sebanyak 10.000 pasukan, 8000 pasukan di kirim sepanjang 2020 dan 3.609 dalam 3 bulan pertama 2021.

    Yeimo: Tujuan Pengiriman Pasukan Ke Papua Untuk Mengamankan Kepentingan Bisnis Negara dan Bisnis Ilegal para Jendral Militer.?

    Baca Juga: Yusril Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko

    Melalui Media Sosial Facebook Yeimo Menjelaskan, Pengerahan militer besar besaran pemerintah Indonesia ke papua ini memperkuat fakta bahwa Papua adalah Zona Operasi Militer.

    Yeimo juga menjalaskan tujuan pengiriman pasukan ke papua menurutnya ialah untuk menduduki dan mengamankan kepentingan Bisnis Negara dan Bisnis Ilegal milik para Jendral Militer.

    "Bangsa Papua harus menghadapi ancaman militerisme melalui persatuan dan kekuatan rakyat yang terkonsolidasi dan terpimpin" Keluh Yeimo melansir dari Asia Pacific Report.

    "Percayalah, subyek dan obyek revolusi adalah rakyat biasa yang sedang bergerak dan tidak tunduk pada penjajah. Hal inisedang di buktikan Myanmar: rakyat bisa melawan militer dengan cara damai dan bermartabat." Jelas Yeimo

    Untuk di ketahui, Victor Yeimo adalah Aktivis Pro kemerdekaan Papua Barat.

    Sementara itu koordinator Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) Sinode Geraja Kristen Injil (GKI) Pendeta Leonora Baluban Mengatakan,

    Pemerintah Indonesia terus mengirim pasukan militer ke berbagai wilayah di papua termasuk Intan Jaya.

    Menurut Balubun pemerintah enggan mendengarkan seruan dan kritikan dari mereka yang meminta agar semua pasukan non organik di tarik dari Provinsi paling timur Indonesia tersebut.

    "kami meminta pasukan di tarik dari papua, tapi Negara meresponnya dengan mengirim lebih banyak pasukan. padahal negara tahu orang papua takut (Trauma) dengan militer," tandas sang Pendeta

    Terlalu Banyak Mengirim Pasukan Militer Seolah Papua Sedang Dalam Peperangan Besar

    Wakl Ketua  Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Yunus Wonda menuturkan, tidak perlu mengirim pasukan berlebihan dari luar papua, seolah pulau itu sedang dalam keadaan berperang.

    Wonda juga meminta, sebagaiknya Pemerintah Pusat mempercayai Kapolda dan Pangdam setempat.
    menurutnya, Pimpinan TNI dan Polri di Papua mampu mengatasi permasalahan di berbagai wilayah di papua.

    "Semua ini bikin kita malu di mata dunia internasional ya, kami menghadapi orang orang kami sendiri seolah olah kami berada di zona perang. pasukan dari luar tidak memahami karakter penduduk asli." Ujar Wonda.