Ancaman Menanti Anton Ali Menjadi Tersangka Berikutnya.

Bupati Manggarai Barat, Agustinus CH Dula

Menjelang Berahirnya Masa Jabatan Bupati 3 Periode Manggarai Barat, Mimin coba mengulas kembali perjalanan sang pemimpin yang sudah barang tentu banyak berbuat untuk masyarakat Mabar hingga kini.

Kini Pemimpin itu sedang berjuang membuktikan bahwa selama 15 tahun menjabat dirinya tidak pernah korupsi apa lagi merugikan negara hingga 3 triliun.

Mimin tidak bermaksud membela atau mengkritik siapapun dalam tulisan ini. tulisan ini hanya bentuk rasa terima kasih sebagai masyarakat Mabar yang pernah di pimpin oleh seorang yang berkata kata santun seperti Agustinus CH Dula.

Kembali di Periksa Sebagai Saksi Terhadap Saksi Pemberi keterangan Palsu

Sepertinya penetapan Bupati menjadi tersangka pada kasus sebelumnya belum cukup untuk meluluh lantakan Karir Politik sang mantan wakil bupati pertama Manggarai Barat ini.

Menurut Berita yang terbitkan Kompas.com edisi Senin, 15 Februari 2021, Bupati dan istri di periksa kejati NTT besama dengan 2 Advokat dan keponakan Bupati. untuk kedua Advokat sepertinya mimin tidak perlu menjelaskan lagi karena semua publik Mabar sudah pasti tau siapa yang di maksud.

Ironisnya, pada saat yang sama sidang lanjutan praperadilan Gusti Dulla sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Kupang.

2 Saksi Justru Mejadi Tersangka Karena Menjelaskan Keterangan Berbeda

Ibarat masuk jebakan Batman, Saksi yang sejatinya meringankan Hukuman Bupati Dulla, justru di tetapkan menjadi tersangka oleh Kejati NTT karena di duga memberikan keterangan palsu.

Tak berhenti disitu, Kejati juga memberikan sinyal Buruk kepada pengacara Bupati Antonius Ali untuk mejelaskan Dugaan sementara kejati tentang adanya rekayasa oleh kedua Saksi dalam memberikan keterangan.

Dengan Nada seperti agak di tekan, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati NTT mengatakan "Kita Lihat saja Proses yang di lakukan penyidik, apabila ada Rekayasa di lakukan pengacara, kita jadikan tersangka dan di Tahan"

Kejati Menari, Persatuan Advokat Melawan 


Tentang Bantuan Advokat di perkuat oleh keterangan salah satu perwakilannya bernama Francisco Bernando Besi yang mengatakan "saat ini sudah ada 35 Advokat yang siap membantu, di buktikan dengan tanda tangan dan Kartu Advokat yang bersangkutan. dari Advokat senior sampai Advokat yang baru beracara"

sepertinya Genderang perang para Pakar Hukum di NTT mulai bertabu, lalu siapa yang menabu lebih dulu dan kenapa pada persoalan yang sama terdapat 2 Perspektif Hukum yang berbeda.

Sementara Orang orang ini adalah orang orang yang mengerti Hukum tapi sepertinya mereka memiliki pandangan yang berbeda dalam 1 kitab hukum yang sama.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.